Tol Pejagan–Cilacap Siap Dibangun, Banyumas Dukung Proyek Rp27 Triliun

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Tol Pejagan–Cilacap Siap Dibangun, Banyumas Dukung Proyek Rp27 Triliun
Tol Pejagan–Cilacap Siap Dibangun, Banyumas Dukung Proyek Rp27 Triliun

Pemerintah Kabupaten Banyumas Dukung Pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap

Komitmen pemerintah kabupaten Banyumas dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis kembali ditunjukkan melalui langkah-langkah yang diambil oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Dalam audiensi bersama Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Rachman Arief, Sadewo menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Pejagan–Cilacap.

Pertemuan ini berlangsung di Ruang Joko Kahiman Purwokerto pada Kamis (23/10/2025). Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam laporannya, Rachman Arief menyebut bahwa proyek Tol Pejagan–Cilacap merupakan proyek solicited, yaitu proyek yang diprakarsai dan disiapkan sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap pre-feasibility study (kajian pendahuluan) yang dikerjakan dengan bantuan Pemerintah Australia. Diharapkan kajian ini selesai pada Januari 2026.

Menanggapi hal itu, Bupati Sadewo meminta agar proses penyelesaian studi dapat dipercepat. "Kami berharap bisa diselesaikan pada Desember 2025 sehingga tahapan berikutnya bisa segera dilakukan," tegasnya.

Setelah kajian rampung, pemerintah akan melanjutkan dengan pengajuan izin PKKPR ke Kementerian ATR/BPN dan izin lingkungan ke Kementerian Lingkungan Hidup. Proyek ini menelan investasi sekitar Rp27 triliun (di luar pembebasan lahan) atau sekitar Rp300 miliar per kilometer, dengan sekitar 40 kilometer berada di wilayah Banyumas yakni hampir 50% dari total trase tol.

"Memang prosesnya panjang, tetapi diharapkan pada tahun 2029 pembangunan fisik bisa dimulai," terang Rachman.

Sadewo menegaskan bahwa Pemkab Banyumas siap memberikan dukungan maksimal, terutama dalam hal koordinasi dan percepatan perizinan. "Pemkab Banyumas siap memberikan dukungan maksimal, terutama dalam hal koordinasi, percepatan perizinan, dan penyediaan data pendukung. Kami menyadari pentingnya tol ini bagi percepatan ekonomi daerah," kata Sadewo.

Melalui proyek besar ini, pemerintah daerah berharap kehadiran Tol Pejagan–Cilacap dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di Banyumas dan sekitarnya, sekaligus memperkuat akses antarwilayah menuju barat Jawa.

Peran Pemerintah Daerah dalam Proyek Strategis

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung proyek infrastruktur seperti Jalan Tol Pejagan–Cilacap. Berikut beberapa aspek yang menjadi fokus pemerintah:

  • Koordinasi lintas instansi
    Pemkab Banyumas akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran proses perencanaan dan pelaksanaan proyek.

  • Percepatan perizinan
    Proses perizinan adalah salah satu tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur. Pemkab Banyumas akan berupaya mempercepat pengajuan izin agar tidak menghambat rencana pembangunan.

  • Penyediaan data pendukung
    Data yang akurat dan lengkap sangat dibutuhkan dalam kajian teknis dan perencanaan proyek. Pemkab akan berkomitmen menyediakan data yang diperlukan secara tepat waktu.

  • Pembebasan lahan
    Meskipun pembebasan lahan tidak termasuk dalam anggaran proyek, pemerintah daerah akan membantu dalam proses pembebasan lahan yang diperlukan.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun proyek ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan konektivitas dan perekonomian wilayah, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah proses kajian yang membutuhkan waktu cukup lama. Selain itu, perlu adanya keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.

Harapan besar ditempatkan pada proyek ini, khususnya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Dengan adanya jalan tol ini, diharapkan dapat menciptakan akses yang lebih baik dan memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menjadi contoh kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan komitmen yang kuat dari kedua pihak, diharapkan proyek ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan