
Pembangunan Tol Semarang–Demak Kembali Berjalan
Pembangunan Tol Semarang–Demak kembali berdenyut setelah sempat terhenti akibat banjir besar di Kaligawe. Kini, fokus pembangunan beralih ke dua titik vital yang akan menjadi benteng utama pengendalian banjir pesisir: Kolam Retensi Sriwulan dan Rumah Pompa Terboyo di muara Sungai Bebon.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari pantauan udara, area tanggul laut di sekitar Terboyo kini mulai tertutup sempurna oleh timbunan tanah. Bagian dalam tanggul sudah terlindung dari hempasan air laut, menandakan progres signifikan setelah beberapa pekan stagnan akibat lumpuhnya akses proyek karena genangan tinggi di kawasan industri Terboyo.
Sebelum menuju Sriwulan, aktivitas di sekitar Jembatan Sungai Bebon terlihat kembali hidup. Dua unit diesel hammer telah bersiap untuk memancang tiang pelat (sheet pile) yang berfungsi sebagai pelindung area kerja (cover dam). Proses ini sempat tertunda dua minggu karena suplai material terhambat banjir.
Di dasar sungai, batu boulder dan tetrapod sudah mulai disusun sebagai pondasi penahan abrasi. "Saat banjir reda, semua alat berat langsung dikerahkan. Targetnya, struktur dasar bisa rampung sebelum musim hujan berikutnya," ujar Dani AR dalam video dokumentasinya.
Rumah Pompa Terboyo: Harapan Baru Pengendali Air
Rumah Pompa Terboyo yang berada di muara Sungai Bebon menjadi titik vital dalam sistem drainase baru Tol Semarang–Demak. Dari udara terlihat jelas perbedaan warna air—keruh dari aliran Babon dan bening kehijauan dari kolam retensi Terboyo. Hal ini menandakan sistem penyedotan dari kawasan Kaligawe dan Semarang Utara sudah mulai berfungsi, meski belum maksimal.
Kapasitas pompa dan saluran keluar air (outlet) kini sedang diperlebar agar bisa mempercepat aliran air ke laut. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko genangan di kawasan industri Terboyo yang selama ini menjadi langganan banjir.
Kolam Retensi Sriwulan: Penampung Raksasa 1,6 Juta m³ Air
Tak jauh dari sana, pembangunan Kolam Retensi Sriwulan juga terus dikebut. Kolam dengan luas mencapai 28 hektare ini tengah memasuki tahap pemancangan sheet pile di sepanjang tanggul utamanya. Kolam ini dirancang mampu menampung hingga 1,6 juta meter kubik air dari sistem drainase sepanjang Jalan Pantura Sayung hingga exit Tol Sayung.
“Jika kolam Sriwulan selesai, genangan besar di depan PT Polytron dan sekitar Sayung bisa tertampung seluruhnya,” ungkap Dani AR dalam video dokumentasinya.
Selain tanggul utama, terdapat pula area disposal sebagai tempat penampungan sedimen lumpur hasil pengerukan. Sedimen ini akan mengisi lahan kosong di sekitar tanggul, yang nantinya akan dihijaukan dengan vegetasi pesisir dan mangrove untuk memperkuat struktur tanah sekaligus mempercantik kawasan.
Sistem Kanal dan Pintu Air Pintar
Proyek ini juga dilengkapi dengan kanal penghubung sepanjang 1,3 kilometer dari kawasan Sriwulan menuju kolam retensi utama. Di titik akhir, terdapat pintu air otomatis dengan katup yang dapat dibuka-tutup sesuai elevasi air. Sistem ini memungkinkan pengendalian debit secara dinamis — mengalirkan air ke Sungai Bebon ketika volume di dalam tanggul mencapai batas aman.
Selain fungsi teknis, struktur tanggul di sepanjang perbatasan Sungai Bebon juga akan diperkuat dengan pemancangan ganda sheet pile agar tidak tergerus arus sungai.
Harapan Besar untuk Pantura Semarang–Demak
Kehadiran kolam retensi dan rumah pompa ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi ancaman banjir rob dan limpasan sungai yang selama ini menghantui kawasan Pantura. Dengan koordinasi intens antara kontraktor, pemerintah, dan masyarakat, proyek Tol Semarang–Demak diharapkan bukan hanya menjadi jalur transportasi cepat, tapi juga tameng pertahanan baru bagi pesisir utara Jawa Tengah.
“Semoga sistem kolam retensi, rumah pompa, dan tanggul laut ini bisa beroperasi penuh sebelum akhir 2026,” ujar Dani AR dalam video dokumentasinya.