Tolitoli Siapkan Pelabuhan Ikan Baru, Target Rp1,5 Miliar dari Laut

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Tolitoli Siapkan Pelabuhan Ikan Baru, Target Rp1,5 Miliar dari Laut
Tolitoli Siapkan Pelabuhan Ikan Baru, Target Rp1,5 Miliar dari Laut

Pemerintah Kabupaten Tolitoli Berupaya Maksimal untuk Memaksimalkan Potensi Sektor Perikanan

Pemerintah Kabupaten Tolitoli mulai menatap serius potensi besar sektor perikanan tangkap dengan menyiapkan fasilitas pendukung yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan daerah baru. Langkah ini diambil untuk memastikan hasil laut Tolitoli tak lagi "mengalir" ke daerah lain tanpa memberi kontribusi nyata bagi kas daerah.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tolitoli, Sudirman Lagora, SH, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pendapatan sekitar Rp1–1,5 miliar per tahun setelah fasilitas utama berupa pelabuhan pendaratan ikan rampung dan mulai beroperasi. “Potensi laut kita besar, tinggal bagaimana daerah hadir dengan fasilitas yang memadai agar bisa menarik kontribusi dari sektor ini,” ujar Sudirman di kantornya, Kamis (24/10).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Fasilitas yang dimaksud adalah Pelabuhan Pendaratan Ikan Tanjung yang berlokasi di Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Tolitoli. Pelabuhan tersebut kini sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan menggunakan anggaran pemerintah daerah sebesar lebih dari Rp2 miliar. Proyek ini menjadi satu-satunya pelabuhan pendaratan ikan resmi di wilayah Tolitoli bagian utara, mulai dari Ogodeide hingga Baolan.

Menurut Sudirman, pelabuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat hasil tangkapan nelayan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi kelautan. Nantinya, kapal-kapal nelayan akan diwajibkan melakukan pendaratan di sana agar semua transaksi hasil laut tercatat secara resmi. “Dari sinilah Pemda bisa menarik retribusi atau pungutan sah atas hasil perikanan,” jelasnya.

Selama ini, kata Sudirman, pemerintah daerah menghadapi kendala dalam menarik pendapatan dari sektor perikanan karena tidak memiliki fasilitas yang memadai. “Kita tidak bisa memungut apa pun bila tidak menyediakan fasilitas pendaratan, pabrik es, atau sarana pendukung lainnya. Itu aturan yang jelas,” ungkapnya.

Fasilitas Pendukung yang Akan Dibangun

Dengan adanya pelabuhan baru, diharapkan rantai distribusi ikan menjadi lebih teratur dan transparan. Nelayan tak lagi harus menjual hasil tangkapannya ke luar daerah, sementara daerah pun bisa memastikan mutu, volume, dan nilai ekonomis ikan yang dihasilkan dari perairan Tolitoli.

Sudirman menegaskan, proyek ini lahir dari inisiatif Bupati Amran Yahya, yang tetap berupaya menghadirkan solusi konkret di tengah keterbatasan fiskal daerah. “Dengan keuangan yang terbatas, Pak Bupati tetap mendorong agar nelayan kita difasilitasi. Karena dari laut inilah banyak harapan masyarakat bertumpu,” tuturnya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pembangunan pabrik es dan gudang pendingin di sekitar kawasan pelabuhan. Fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sekaligus meningkatkan daya tawar mereka di pasar lokal maupun antarwilayah.

Potensi Ekonomi dan Efisiensi Logistik

Selain memperkuat ekonomi nelayan, pelabuhan ini juga diharapkan mendorong efisiensi distribusi logistik sektor kelautan. Dengan adanya pusat pendaratan resmi, aktivitas ekspor hasil laut dari Tolitoli dapat dilakukan lebih cepat dan terpantau, membuka peluang kerja baru serta memperkuat posisi Tolitoli sebagai salah satu sentra perikanan di Sulawesi Tengah.

“Kami optimistis, jika semua berjalan sesuai rencana, uji coba dermaga permanen akan dilakukan pada akhir Desember tahun ini,” kata Sudirman menutup perbincangan. “Saat itu, kita akan melihat bagaimana laut benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat pesisir Tolitoli.”


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan