
Daftar Topan Paling Mematikan dalam Sejarah
Topan adalah bencana alam yang sangat dahsyat dan sering kali menyebabkan kerugian besar baik secara manusia maupun materi. Dalam sejarah, beberapa topan telah mencatat jumlah korban jiwa yang sangat tinggi, menjadi pengingat betapa kuatnya kekuatan alam. Berikut ini adalah daftar topan paling mematikan sepanjang masa:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
1. Great Bhola Cyclone, Bangladesh (1970)
Great Bhola Cyclone tercatat sebagai salah satu topan paling mematikan dalam sejarah. Pada 12 November 1970, badai ini menghantam Benggala Barat, India dan Pakistan Timur (sekarang Bangladesh). Gelombang badai setinggi 10,5 meter menyapu pulau-pulau dan garis pantai di Teluk Benggala, mengakibatkan sekitar setengah juta korban jiwa.
Badai ini berasal dari depresi tropis di bagian selatan Teluk Benggala, yang merupakan sisa dari Badai Tropis Nora setelah melintasi Semenanjung Malaya. Keterbatasan teknologi pada saat itu membuat pemantauan kekuatan badai sulit dilakukan. Selain itu, hubungan buruk antara pemerintah India dan Pakistan Timur juga memengaruhi komunikasi data cuaca, sehingga peringatan tidak tersampaikan secara optimal.
Meskipun ada peringatan dari Badan Meteorologi Pakistan Timur, hanya sedikit warga yang sempat mengungsi. Banyak yang tidak menyadari ancaman badai, sementara lainnya tidak memiliki akses menuju tempat perlindungan. Akibatnya, hampir seluruh komunitas nelayan musnah.
Jumlah korban jiwa diperkirakan berkisar antara 300.000 hingga 500.000 orang. Kerugian material mencapai sekitar US$86 juta setelah badai mereda.
2. Hooghly River Cyclone, India dan Bangladesh (1737)
Hooghly River Cyclone atau Calcutta Cyclone terjadi pada pagi hari 11 Oktober 1737. Badai ini menghantam wilayah delta Sungai Gangga, tepat di selatan Calcutta, India. Gelombang badai setinggi 10-13 meter serta hujan ekstrem mencapai 381 mm hanya dalam enam jam.
Di Calcutta, sebagian besar struktur bangunan yang terbuat dari lumpur dan atap jerami hancur, sementara bangunan bata juga banyak yang rusak berat. Secara keseluruhan, topan tersebut menghancurkan sekitar 20.000 kapal dan perahu serta menewaskan sekitar 300.000 hingga 350.000 orang, termasuk para awak kapal dan penduduk di wilayah dataran rendah Bengal.
3. Haiphong Typhoon, Vietnam (1881)
Topan Haiphong terjadi pada 8 Oktober 1881 dan merupakan salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah. Badai ini menerjang Teluk Tonkin dan memicu gelombang besar yang membanjiri kota Haiphong di Vietnam timur laut. Dampaknya meluas, menyebabkan kehancuran parah dan menewaskan sekitar 300.000 orang.
Letak geografis Haiphong yang berada di tepi delta Sungai Merah dan terhubung ke laut melalui kanal semakin memperparah dampak banjir. Sebagai pelabuhan penting yang dikembangkan Prancis sejak 1874, kerusakan akibat badai tersebut memberikan pukulan besar bagi ekonomi regional.
Total korban jiwa diperkirakan mencapai 300.000 orang, dan angka ini kemungkinan lebih besar jika menghitung kematian akibat penyakit serta kelaparan pasca-badai. Data meteorologi pada masa itu masih terbatas, sehingga tidak ada catatan pasti mengenai kekuatan topan tersebut.
4. Coringa Cyclone, India (1839)
Coringa Cyclone terjadi pada 25 November 1839. Topan ini membawa angin kencang dan gelombang badai setinggi 12 meter yang menghancurkan seluruh pelabuhan di kawasan itu. Sekitar 20.000 kapal dan perahu hilang, dan sebanyak 300.000 jiwa tewas.
Setelah peristiwa itu, Coringa tidak pernah dibangun kembali sepenuhnya dan kini hanya menjadi desa kecil. Sebelumnya, pada 1789, wilayah ini pun pernah dihantam topan yang menewaskan 20.000 orang.
5. Bengal Cyclone, Bangladesh (1876)
Bengal Cyclone terjadi pada 1876, ketika wilayah ini masih bernama Bengal. Topan ini menjadi salah satu yang paling mematikan pada abad ke-19. Badai terbentuk di Teluk Benggala dan tiba di muara Sungai Meghna pada 31 Oktober 1876.
Pada saat itu, pasang laut sedang tinggi, sehingga gelombang badai setinggi sekitar 12 meter membanjiri kawasan pesisir dataran rendah. Diperkirakan sekitar 200.000 orang meninggal dunia akibat badai tersebut. Setengah dari jumlah korban tewas disebabkan bukan langsung oleh badai, tetapi oleh penyakit dan kelaparan yang melanda setelah wilayah itu terendam banjir.