Total Emisi Obligasi dan Sukuk di BEI Mencapai Rp187,1 Triliun
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun ini mencapai sebesar Rp187,1 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam aktivitas pasar modal, khususnya dalam penerbitan instrumen keuangan syariah dan konvensional.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa selama periode 10—14 November 2025, terdapat empat emisi baru yang dicatatkan di BEI. Empat emisi tersebut terdiri dari dua obligasi, satu sukuk, dan satu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK-EBA Syariah). Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2025 mencapai 160 emisi dari 75 emiten senilai Rp187,1 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pencatatan KIK-EBA Syariah

Pada Senin (10/11), BEI membuka perdana untuk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK-EBA Syariah) BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu. Ini merupakan KIK-EBA Syariah pertama di Indonesia. Produk ini merupakan sekuritisasi surat berharga ijarah hak pendapatan tol PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) atas ruas tol JORR W1. Produk ini memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Pencatatan Obligasi dan Sukuk

PT Toyota Astra Financial Services mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2025 pada Selasa (11/11). Obligasi ini memiliki nominal pokok sebesar Rp1 triliun dan mendapatkan peringkat AAA (IDN) (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat atas penerbitan ini.
Pada Jumat (14/11), PT Pegadaian juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VI Pegadaian Tahap IV Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2025. Obligasi ini memiliki nominal sebesar Rp3.221.435.000.000, sedangkan Sukuk memiliki nominal sebesar Rp1.553.205.000.000. Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk Obligasi dan Sukuk masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah), dengan wali amanat PT Bank Mega Tbk.
Total Emisi Obligasi dan Sukuk

Dengan keseluruhan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 654 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp534 triliun, dan 139,34 juta dolar AS, diterbitkan oleh 136 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp6.423,84 Triliun dan 352,10 juta dolar AS. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak tujuh emisi senilai Rp2,13 triliun.
Penutup
Pertumbuhan emisi obligasi dan sukuk di BEI menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen keuangan yang dapat memberikan return stabil dan berisiko rendah. Hal ini juga mencerminkan semangat pengembangan pasar modal yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya inovasi seperti KIK-EBA Syariah, BEI semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pencairan dana yang transparan dan terpercaya.