
Program Marandang untuk Bantuan Bencana di Sumatera
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah menyelesaikan produksi 400 kilogram rendang dalam dua hari pelaksanaan program kemanusiaan Marandang untuk Sumatera. Rendang ini diproduksi sebagai bentuk bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera.
Program ini diinisiasi oleh Ketua TP PKK Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Ia menyampaikan bahwa setiap harinya sekitar 200 kilogram rendang berhasil dimasak oleh para ibu-ibu TP PKK secara bergotong royong.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Total yang sudah selesai dimasak mencapai 400 kilogram. Kemarin 200 kilogram dan hari ini 200 kilogram lagi. Target kita satu ton, sehingga masih tersisa sekitar 600 kilogram yang akan diproses dalam beberapa hari ke depan. InsyaAllah bisa kita tuntaskan,” ujarnya saat berada di Padang, Selasa (16/12/2025).
Teknik Produksi dan Kemasan Rendang
Rendang yang diproduksi dikemas dalam ukuran seperempat kilogram dan disterilisasi dari udara. Dengan kemasan seperti ini, rendang memiliki daya simpan hingga enam bulan. Selain itu, rendang siap saji tersebut dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan kembali.
“Dengan kemasan seperti ini, rendang menjadi praktis untuk dibagikan kepada korban bencana, terutama di lokasi pengungsian yang memiliki keterbatasan fasilitas,” jelasnya.
Lokasi Produksi dan Partisipasi Masyarakat
Program Marandang untuk Sumatera merupakan inisiatif TP PKK Provinsi Sumbar untuk membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi melalui penyediaan pangan siap saji khas Minangkabau. Proses produksi dilakukan di Istana Gubernuran dengan melibatkan ibu-ibu TP PKK, relawan, serta partisipasi masyarakat.
Harneli menambahkan bahwa rendang yang telah diproduksi akan disalurkan secara bertahap ke daerah terdampak bencana di Sumatera Barat, serta ke Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Pengiriman perdana direncanakan pada 20 Desember mendatang.
Ajakan Partisipasi Masyarakat
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam program tersebut, baik melalui dukungan bahan, dana, maupun tenaga, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian bersama.
“Melalui program ini, kita ingin menghadirkan makanan sekaligus menghadirkan semangat kebersamaan dan empati bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” tutupnya.
Manfaat dan Tujuan Program
Program ini tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa persatuan dan kesadaran sosial di kalangan masyarakat. Dengan adanya rendang yang siap saji, masyarakat terdampak bencana dapat merasa lebih nyaman dan didukung dalam masa sulit mereka.
Selain itu, program ini juga memberikan peluang bagi para ibu-ibu TP PKK untuk berkontribusi secara aktif dalam upaya kemanusiaan. Dengan kerja sama yang baik antara TP PKK, relawan, dan masyarakat, diharapkan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang besar.
Tantangan dan Harapan
Meskipun target produksi mencapai satu ton, ada tantangan dalam proses produksi, seperti ketersediaan bahan baku dan koordinasi tim. Namun, dengan semangat gotong royong dan dukungan yang kuat dari masyarakat, diharapkan semua tantangan ini dapat diatasi.
Kehadiran program Marandang juga menjadi contoh bagaimana komunitas dapat bekerja sama untuk membantu sesama, terutama dalam situasi darurat. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.