
Peran Kader Posyandu dalam Pembangunan Masyarakat
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, menekankan pentingnya peran kader posyandu dalam mendata dan mencatat berbagai masalah yang dihadapi masyarakat di wilayah kerjanya. Data tersebut menjadi dasar penting untuk dikoordinasikan dengan pemerintah desa agar penyelesaian masalah dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Tugas kader posyandu memang berat, namun kini lebih cepat, tepat, dan efektif dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat,” ujar Putri Koster dalam Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali ‘Membina dan Berbagi’ yang digelar di Wantilan Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin (20/10).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu kini telah bertransformasi dan tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan. Melalui kebijakan baru ini, posyandu memiliki peran yang lebih luas dengan menerapkan enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang mencakup berbagai aspek penting kehidupan masyarakat.
“Enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, dan sosial,” jelasnya.
Lebih lanjut, Putri Koster mendorong agar seluruh kader posyandu meningkatkan kapasitas diri, terutama dalam memahami dan mengimplementasikan keenam SPM tersebut. Ia juga menyampaikan rencana untuk mengadakan bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh kader posyandu di kabupaten/kota se-Bali guna memperkuat pemahaman dan keterampilan mereka.
“Pesan dari Bapak Menteri Dalam Negeri, 75 persen keberhasilan posyandu yang bekerja di banjar masing-masing dengan baik dan tepat mencerminkan keberhasilan pemerintah desa dalam mewujudkan visi pembangunan untuk masyarakat. Kesuksesan kader posyandu adalah kesuksesan pembangunan di Pulau Bali. Kita bekerja sama dan sama-sama bekerja,” ungkapnya.
Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk ‘Membina dan Berbagi’ tersebut juga diisi dengan penyampaian paparan dari Tim Pengarah Posyandu Provinsi Bali, yang terdiri atas unsur Dinas PMD Dukcapil, Disdikpora, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial P3A, Dinas Sosial, serta Dinas PUPRKim Provinsi Bali. Masing-masing instansi memaparkan peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung pelaksanaan enam SPM Posyandu.
Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan ini juga diserahkan paket sembako kepada 50 kader posyandu dari Desa Belancan dan Desa Mangguh. Setiap paket berisi 30 kilogram beras, dua ikat telur, dan dua kotak susu.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Sariasih Sedana Arta, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Ibu Putri Koster terhadap kader posyandu di Kabupaten Bangli. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi motivasi bagi para kader untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tanggung Jawab Posyandu dalam Pembangunan Masyarakat
Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat informasi dan koordinasi antara masyarakat dan pemerintah. Dengan adanya enam SPM, posyandu dapat memberikan layanan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
- Bidang kesehatan: Posyandu terus memantau kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak.
- Pendidikan: Memastikan akses pendidikan yang merata dan memfasilitasi program pengembangan anak.
- Pekerjaan umum: Menyediakan infrastruktur yang memadai dan aman.
- Perumahan rakyat: Mengawasi kualitas perumahan dan fasilitas umum.
- Ketertiban umum: Membantu menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.
- Sosial: Memberdayakan masyarakat melalui program kesejahteraan sosial.
Pentingnya Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu
Putri Koster menekankan bahwa kader posyandu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Hal ini bisa dicapai melalui pelatihan dan bimbingan teknis yang rutin dilakukan.
- Pelatihan ini akan membantu kader memahami peran mereka dalam masyarakat.
- Dengan peningkatan kapasitas, kader dapat memberikan layanan yang lebih baik dan efektif.
- Keterlibatan aktif kader dalam program pemerintah akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan.
Contoh Kegiatan Sosial dan Apresiasi
Dalam acara ‘Membina dan Berbagi’, kader posyandu mendapatkan apresiasi berupa paket sembako. Ini bukan hanya bentuk dukungan, tetapi juga penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam membangun masyarakat.
- Paket sembako terdiri dari beras, telur, dan susu.
- Penyerahan dilakukan oleh Ketua TP Posyandu Provinsi Bali.
- Acara dihadiri oleh kader posyandu dari berbagai desa.
Harapan untuk Masa Depan
Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Sariasih Sedana Arta, berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa depan. Ia yakin, dengan dukungan yang konsisten, kader posyandu akan terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi motivasi bagi kader.
- Partisipasi aktif masyarakat akan memperkuat sistem pelayanan posyandu.
- Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan di Pulau Bali akan semakin maju.