Perjuangan TPS dalam Meningkatkan Tata Kelola Lingkungan di Kota Tasikmalaya
Tasik Progresive Society (TPS) terus bergerak memperjuangkan tata kelola lingkungan di Kota Tasikmalaya agar lebih baik untuk masa depan. Karena hal itu menyangkut nasib masyarakat Kota Tasikmalaya yang ingin terbebas dari bencana banjir.
Fakta menunjukkan bahwa saat Kota Tasikmalaya diguyur hujan selama satu jam saja, genangan banjir terjadi dimana-mana. Bahkan sejumlah jalan protokol di Kota Tasikmalaya pun berubah menjadi aliran sungai dengan air mengalir deras.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kali ini langkah yang dilakukan TPS langsung mendatangi pucuk pimpinan Kota Tasikmalaya yakni Viman Alfarizi. Kedatangan TPS bertujuan untuk memberikan dukungan agar Pemkot bergerak melakukan tindakan nyata dalam menerapkan regulasi yang berkaitan dengan tata kelola lingkungan.
Pemkot Harus Berani
Ketua TPS, Dadi Abidarda bersama rombongan langsung diterima di ruang Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Selasa sore kemarin (11/10). Pertemuan itu dihadiri Sekda Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh serta Kepala Dinas terkait.
Dadi menyampaikan bahwa kondisi banjir yang terjadi ketika musim hujan di Kota Tasikmalaya ada andil lemahnya pengawasan dan penindakan pemerintah daerah terhadap regulasi yang mengatur tata kelola lingkungan.
"Kondisi hari ini ketika musim hujan dalam durasi pendek pun muncul banjir dimana mana. Ini menurut kami dimungkinkan ada kesalahan dalam tata kelola lingkungan di Kota Tasikmalaya. Juga lemahnya pengawasan dalam pembangunan gedung yang banyak melanggar regulasi," kata Dadi.
Menurut Dadi saat ini momentum yang tepat bagi Pemkot Tasikmalaya untuk bergerak melakukan tindakan tegas terhadap semua pelanggar regulasi tata kelola lingkungan. Pasalnya, terang Dadi, Pemerintah Jawa Barat dan pusat pun sudah melakukan tindakan tegas terhadap para pelanggar.
"Sekarang ini saat yang tepat bagi Kota Tasikmalaya, karena pusat dan provinsi memiliki komitmen yang bagus dalam mengawal regulasi tata kelola lingkungan. Pusat dan provinsi sangat pro lingkungan," tegas Dadi.
Kawal Regulasi Tata Kelola Lingkungan
Pada kesempatan itu pun, Dadi memberikan beberapa data yang ada di Kota Tasikmalaya dimana banyak gedung yang melanggar regulasi tata kelola lingkungan, dan jadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Tasikmalaya.
Untuk itu, kata Dadi, pihaknya mendorong pemerintah Kota Tasikmalaya bertindak tegas dalam mengawal regulasi yang berkaitan dengan tata kelola lingkungan demi masa depan Kota Tasikmalaya yang lebih baik.
Karena jika pelanggar terus dibiarkan maka tidak bisa dibayangkan masa depan Kota Tasikmalaya 10 tahun atau 20 tahun ke depan. Maka Kota Tasikmalaya akan dikenal sebagai Kota Banjir.

Menanggapi desakan dari TPS, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi menyambut baik masukan itu dan menyebutnya sebagai "masukan konstruktif dan luar biasa semangatnya untuk membangun Kota Tasikmalaya ke depan yang lebih baik."
Viman Alfarizi mengakui bahwa permasalahan lingkungan dan pelanggaran tata ruang dan tata kelola lingkungan di Kota Tasikmalaya ini banyak diwarisi "produk lama" dan memerlukan penanganan bertahap, bukan instan.
"Ini masalah produk lama dan kita harus bersama-sama, kita bentuk penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk gedung dan bangunan liar sudah kita petakan dan ini tidak bisa instan. Tapi apa langkah yang bisa kita lakukan yakni sedikit demi sedikit ada langkah dan ada tindak lanjutnya," jelas Viman yang didampingi Sekda Asep Goparulloh dan jajarannya.
Sementara itu, Kadis PU PR Kota Tasikmalaya, Hendra dalam pertemuan itu menegaskan komitmennya untuk segera menginventarisir izin bangunan dan membuat teguran serta menyiapkan aksi penertiban di lapangan.
Hendra pun mengonfirmasi bahwa kondisi drainase Kota Tasikmalaya cukup kritis. Pasalnya, kata Hendra, dari total yang ada, saat ini kapasitasnya tinggal 20 persen. "Itulah yang jadi penyebab utama terjadinya genangan dimana-mana saat musim hujan terjadi," tandas Hendra.