Tragedi Banjir Nduga: 4 Korban Ditemukan, 14 Masih Hilang

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 31x dilihat
Tragedi Banjir Nduga: 4 Korban Ditemukan, 14 Masih Hilang


JAYAPURA, aiotrade
Pencarian terhadap 23 korban yang hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor di Distrik Dal dan Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua, terus berlangsung. Upaya-upaya ini telah memberikan hasil yang cukup signifikan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, relawan, serta keluarga korban berhasil menemukan empat korban lagi di Distrik Dal dalam keadaan meninggal dunia. Empat korban tersebut adalah Yepetana Gwijangge, Libi Tabuni, Endius Gwijangge, dan Watukwe Tabuni. Dengan penemuan ini, jumlah korban yang telah ditemukan mencapai sembilan orang, dengan rincian delapan orang di Distrik Dal dan satu orang di Distrik Mebarok.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sementara itu, masih ada 14 korban lainnya yang belum ditemukan dan sedang dalam proses pencarian. Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Distrik Dal dan Mebarok terjadi pada Sabtu, 1 November 2025.

Salah satu relawan yang terlibat dalam operasi pencarian, Yorius Gwijangge, mengungkapkan bahwa proses pencarian berjalan lambat karena medan yang sulit dan lokasi yang rawan konflik. Meskipun begitu, ia menegaskan komitmen tim untuk terus melakukan pencarian hingga semua korban ditemukan dan dimakamkan dengan layak.

"Kita mengalami kendala dalam pencarian, tapi kami akan terus berupaya melakukan pencarian hingga menemukan adik-adik kami yang menjadi korban," ujar Yorius pada Senin (10/11/2025).

Menurut Yorius, pencarian dilakukan dengan menyisir jalur di sepanjang Sungai Panpan hingga ke Ibu Kota Kenyam. "Pencarian dilakukan dengan penyisiran sepanjang sungai Panpan dan juga kita berkoordinasi dengan saudara-saudara di Ibu Kota Kenyam untuk ikut mencari karena beberapa korban ditemukan di Kenyam," tambah dia.

Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nduga, Yoas Beon, menyatakan bahwa pencarian korban terus dilakukan meski menghadapi berbagai kendala, terutama di Distrik Mebarok. Akses ke wilayah tersebut terbatas karena keterbatasan transportasi dan kondisi daerah yang rawan.

"Akses ke Distrik Dal dapat dilakukan dengan menggunakan helikopter TNI, namun akses ke Mebarok masih terbatas. Ini menjadi kendala sehingga pencarian tujuh korban hingga saat ini belum maksimal," kata Yoas.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus untuk menangani bencana di Distrik Mebarok. "Tim sudah dibentuk untuk melakukan pencarian, begitu juga bantuan sudah kami serahkan kepada keluarga korban di Wamena," tambah dia.

Yoas juga meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam penanganan bencana ini. Ia mengharapkan masyarakat memahami kesulitan yang dihadapi dan tidak memberikan pernyataan yang dapat memperkeruh situasi.

"Jika masyarakat atau tokoh mengetahui akses transportasi darat ke sana, silakan kasih tahu kami. Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk bisa sampai di lokasi. Mari bekerja sama bukan memberikan pernyataan media yang menyesatkan dan memperkeruh situasi yang ada," tegas Yoas.

Faktor-Faktor yang Menghambat Pencarian

Berikut beberapa faktor yang menjadi kendala dalam proses pencarian korban:
Medan yang sulit – Wilayah yang terkena bencana memiliki medan yang curam dan berbahaya, membuat akses ke lokasi menjadi sangat rumit.
Keterbatasan transportasi – Akses ke Distrik Mebarok terbatas karena minimnya infrastruktur jalan dan transportasi darat.
Rawan konflik – Beberapa area di sekitar lokasi bencana diketahui rawan konflik, sehingga memengaruhi keamanan dan efisiensi operasi pencarian.
Keterbatasan alat dan sumber daya – Keterbatasan peralatan seperti drone, perahu karet, dan peralatan pendukung lainnya juga menjadi hambatan.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Untuk mempercepat proses pencarian, pihak berwenang dan relawan telah melakukan beberapa langkah:
Koordinasi dengan masyarakat setempat – Relawan bekerja sama dengan warga di sekitar lokasi untuk memperluas cakupan pencarian.
Pemakaian helikopter – Helikopter TNI digunakan untuk membantu akses ke distrik yang lebih mudah dijangkau.
Bantuan logistik dan dukungan – Bantuan berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan medis disalurkan kepada keluarga korban.
Pembentukan tim khusus – Tim khusus telah dibentuk untuk fokus pada pencarian di Distrik Mebarok.

Dengan upaya yang terus dilakukan, diharapkan seluruh korban dapat segera ditemukan dan diberikan penguburan yang layak. Masyarakat dan pihak terkait diimbau untuk tetap bekerja sama dan saling mendukung dalam proses pemulihan pasca-bencana.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan