Tragis! Model Belarusia Ditipu Tawaran Kerja ke Thailand Jadi Korban Perdagangan Organ

admin.aiotrade 18 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Tragis! Model Belarusia Ditipu Tawaran Kerja ke Thailand Jadi Korban Perdagangan Organ

Korban Perdagangan Manusia Lintas Negara di Asia Tenggara

Seorang perempuan muda asal Belarusia dilaporkan menjadi korban jaringan perdagangan manusia lintas negara. Sosok model dari Belarusia ini, dikabarkan tertipu tawaran kerja palsu sebagai model di Thailand, lalu disekap dan dibunuh untuk diambil organnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Korban yang bernama Vera Kravtsova (26) awalnya terbang dari Belarusia ke Bangkok setelah menerima tawaran pekerjaan sebagai model profesional. Namun, setibanya di Thailand, Vera justru diculik dan diselundupkan ke Myanmar oleh sindikat kriminal yang mengoperasikan pusat penipuan daring atau scam centre.

Menurut laporan media Rusia Mash, setibanya di Myanmar, Vera dipaksa bekerja di sebuah fasilitas penipuan daring yang dikendalikan oleh geng Tiongkok dan milisi lokal. Para korban seperti Vera biasanya dipaksa menipu secara daring dengan berpura-pura sebagai model atau influencer.

Para korban diancam, dipukul, bahkan dijual untuk diambil organnya jika dianggap tidak menghasilkan uang. Vera terakhir terlihat aktif di media sosial pada 12 September 2025 sebelum seluruh komunikasi terputus. Keluarganya kemudian menerima kabar mengejutkan kalau Vera telah meninggal dunia dan jenazahnya dikremasi.

Sindikat itu bahkan meminta tebusan 500 ribu dolar AS (sekitar Rp 8,3 miliar) untuk mengembalikan tubuh korban, sebelum akhirnya mengaku telah membakarnya.

Kasus Serupa Menimpa Warga Rusia

Daily Mail (16/10) juga melaporkan adanya kasus serupa menimpa Dashinima Ochirnimayeva (24) asal Rusia yang juga tertipu tawaran serupa. Beruntung, Dashinima berhasil diselamatkan oleh diplomat Rusia dari kamp penipuan di Myanmar.

Dashinima mengaku sangat ketakutan dan berterima kasih atas upaya penyelamatan itu. “Saya ingin berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Rusia karena telah menyelamatkan saya dan mengirim saya pulang,” kata Dashinima Ochirnimayeva.

Duta Besar Rusia untuk Thailand, Yevgeny Tomikhin juga menjelaskan kronologi peristiwa yang menimpa salah seorang warga negaranya. “Awalnya, warga negara kami dijanjikan pekerjaan sebagai model di Thailand, ia menerima tawaran itu melalui saluran Telegram yang tidak dikenal dan memutuskan untuk berangkat,” ujar Tomikhin.

Peringatan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau agar lebih waspada terhadap lowongan mencurigakan, terutama yang ditawarkan melalui media sosial atau aplikasi pesan singkat untuk menghindari kejadian serupa. Beberapa langkah pencegahan penting untuk dilakukan:

  • Cek sumber informasi dengan cermat sebelum menerima tawaran kerja.
  • Jangan mudah percaya pada penawaran yang terlalu bagus untuk dibuat.
  • Selalu konfirmasi informasi dengan pihak berwenang atau lembaga resmi.
  • Laporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat hukum setempat.

Peristiwa ini menunjukkan betapa rentannya masyarakat terhadap tindakan kriminal yang menggunakan teknologi dan jaringan global untuk menipu dan merugikan korban. Diperlukan kesadaran kolektif serta tindakan preventif untuk mencegah hal-hal serupa terulang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan