
Peningkatan signifikan terjadi dalam aktivitas pasar saham di Indonesia pada bulan Oktober 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 25,06 triliun. Angka ini menunjukkan kinerja positif yang terus berlanjut dan memperkuat likuiditas pasar saham.
Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan level tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) selama periode tersebut. Hal ini menjadi indikasi bahwa pasar modal sedang dalam kondisi yang sangat baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, peningkatan RNTH ini tidak hanya terjadi pada Oktober 2025, tetapi juga terus berlangsung sejak awal tahun hingga akhir Oktober. Secara year to date (YTD), RNTH pasar saham per Oktober 2025 tercatat sebesar Rp 16,62 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 12,85 triliun.
Inarno menjelaskan bahwa peningkatan RNTH ini didorong oleh kontribusi investor individu domestik. Mereka menunjukkan minat yang kuat terhadap pasar saham, sehingga turut mendorong pertumbuhan aktivitas perdagangan.
Tren positif pasar modal juga didukung oleh penguatan sentimen global dan stabilnya kinerja perekonomian domestik. IHSG pada akhir Oktober 2025 ditutup pada level 8.163, dengan kenaikan sebesar 1,28 persen secara bulanan dan 15,31 persen dibandingkan awal tahun.
Dalam laporan tersebut, OJK juga mencatat bahwa investor asing pada Oktober 2025 melakukan pembelian bersih (net buy) di pasar saham domestik senilai Rp 12,96 triliun. Namun, secara YTD, akumulasi net sell (penjualan bersih) investor asing mencapai Rp 41,79 triliun.
Beberapa faktor yang memengaruhi kinerja pasar modal antara lain:
- Stabilitas ekonomi makro yang terjaga.
- Kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan sektor keuangan.
- Minat investor yang meningkat, terutama dari kalangan retail.
- Pergerakan global yang semakin positif.
Kemajuan pasar saham ini menjadi bukti bahwa investasi di sektor modal semakin diminati dan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Dengan kondisi yang stabil dan tren positif, diharapkan pasar saham akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.