
Kegiatan Misi Dagang Jatim ke Sumsel Capai Rp1 Triliun
Transaksi yang terjadi dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim) ke Sumatra Selatan (Sumsel) mencapai angka fantastis, yaitu sebesar Rp1 triliun. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (29/9/2025), dan menjadi bukti nyata komitmen antardaerah dalam memperkuat perekonomian nasional.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa nilai transaksi dalam kegiatan tersebut melampaui target awal sebesar Rp500 miliar. "Beberapa komoditas yang dijual antara lain olahan unggas, susu, gula merah tebu, daging ayam, beras, bawang merah, mesin las, rokok, ikan beku, hingga peralatan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis," ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurutnya, misi dagang tidak hanya sekadar aktivitas perdagangan antardaerah, tetapi juga upaya bersama untuk mendorong pencapaian target pembangunan provinsi dan nasional. "Kita ingin merajut Merah Putih, jangan semuanya dihitung secara ekonominya saja. Kita bangsa yang besar, dan persambungan persaudaraan bisa dengan beragam format, salah satunya melalui dagang dan investasi ini," tambahnya.
Pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi dan kepercayaan antardaerah dalam mendukung produk dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Timur terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta optimistis mewujudkan kekuatan pasar dalam negeri.
Peran Bank Jatim dalam Dukungan UMKM
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi ke Sumsel. Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa partisipasi ini adalah bentuk dukungan terhadap berbagai program Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dia menegaskan bahwa Bank Jatim terus berkomitmen mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Timur dalam meningkatkan daya saing agar dapat menembus pasar nasional maupun internasional. "Dengan mengikutsertakan UMKM binaan dalam Misi Dagang, Bank Jatim berkomitmen mendukung mereka agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Kami optimis, produk unggulan ini akan menarik perhatian dan menciptakan potensi kolaborasi bisnis," ucapnya.
Winardi menambahkan bahwa melalui agenda misi dagang, UMKM dapat menjalin interaksi langsung dengan pasar potensial di Sumsel. Ini sejalan dengan peran perseroan yang tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga konsisten mendukung peningkatan kapasitas dan perluasan usaha pelaku UMKM.
UMKM Binaan Bank Jatim Terlibat dalam Misi Dagang
Terdapat tiga UMKM binaan Bank Jatim yang diikutsertakan dalam gelaran misi dagang, yaitu:
- UMKM Batik Puspita dari Pacitan
- Pecel Bu Pariyem dari Madiun
- Djamoe dari Madiun
"Harapannya, produk-produk UMKM binaan Bank Jatim ini mampu memberikan nilai tambah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatra Selatan," jelas Winardi.
Dengan partisipasi UMKM dalam kegiatan ini, diharapkan dapat memperluas jaringan pasar dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kualitas produk lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk membangun hubungan kerja sama yang lebih kuat antara daerah satu dengan yang lainnya.