
Nilai transaksi pasar modal di wilayah Solo Raya (kecuali Kabupaten Klaten) dan Madiun Raya mengalami peningkatan yang signifikan pada November 2025. Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah atau Jateng 2 dan Madiun Raya mencatatkan transaksi yang melampaui angka Rp 7 triliun dalam satu bulan, jauh di atas rata-rata bulanan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 3 triliun.
“Transaksi di Solo Raya dan Madiun Raya meningkat pada akhir November 2025 hingga mencapai Rp 7 triliun dalam satu bulan,” ujar Kepala BEI Kantor Perwakilan Jateng 2 dan Madiun Raya, M. Wira Adibrata, saat ditemui wartawan seusai meresmikan Galeri Investasi di SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo, Selasa, 9 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Wira menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 ini, peningkatan nilai transaksi pasar modal terjadi secara pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Beberapa bulan menunjukkan lonjakan transaksi yang sangat signifikan.
“Memang ada lonjakan yang luar biasa di tahun 2025. Jika sebelumnya rata-rata dari Januari sampai November adalah sekitar Rp 3 triliun per bulan, tahun ini mungkin bisa mencapai Rp 5 triliun karena beberapa bulan memiliki lonjakan yang sangat signifikan,” katanya.
Menurut Wira, kenaikan transaksi sepanjang 2025 tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, ekosistem pasar modal yang semakin kondusif. Kedua, bertambahnya jumlah perusahaan yang melantai di bursa. Ketiga, sentimen positif terhadap kebijakan pemerintah.
Pasar modal tahun ini mendapatkan banyak dukungan positif, salah satunya sikap pemerintah yang dinilai sangat mendukung industri pasar modal.
“Menteri Keuangan yang sekarang ini juga sangat welcome terhadap pasar modal, edukasinya juga terus berjalan. Hal ini membuat kepercayaan investor meningkat,” ungkapnya.
Lonjakan transaksi juga dipengaruhi oleh semakin beragamnya pilihan saham baru. Banyak perusahaan melakukan listing atau pencatatan perdana, memberi alternatif lebih luas bagi investor. Selain itu, pemerataan edukasi di berbagai daerah membuat minat masyarakat untuk bertransaksi terus bertambah.
Sementara itu, Galeri Investasi BEI di SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo, yang diresmikan Selasa ini menjadi galeri edukasi ke-5 di lingkungan sekolah se-Solo Raya. Galeri ini juga menjadi bagian dari 37 galeri investasi yang telah berdiri di wilayah tersebut. Acara turut dihadiri jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo ini baru saja mendapat penghargaan sebagai galeri edukasi terbaik 2025. Harapannya, siswa-siswi sejak dini sudah mengenal cara mengelola keuangan dan memahami produk investasi legal. Edukasi ini penting untuk membentengi mereka dari aplikasi-aplikasi investasi ilegal yang banyak bermunculan,” tutur Wira.
Kepala SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo, Gunowo, mengatakan galeri investasi dibuka sebagai upaya membekali siswa dengan literasi pasar modal yang benar di tengah maraknya tawaran investasi ilegal.
“Kerinduan kami adalah membekali anak-anak dengan pembelajaran yang benar tentang investasi. Dengan dukungan BEI, OJK, dan perusahaan sekuritas, siswa mendapat literasi yang tepat sehingga tahu cara berinvestasi secara legal,” ujar Gunowo.
Ia menjelaskan, meski siswa baru bisa membuka rekening saham ketika telah memiliki KTP di kelas XII, bekal pengetahuan sejak dini penting untuk menghindarkan mereka dari penipuan digital. Selain itu, galeri investasi juga dikembangkan sebagai wadah pengembangan organisasi dan soft skill siswa.
Pelaksana Harian Kepala OJK Solo Bayu Kurniawan mengapresiasi keberadaan galeri investasi sebagai sarana edukasi yang efektif untuk membentengi generasi muda dari jerat aplikasi investasi ilegal.
“Banyak aplikasi yang memberikan penyesatan kepada masyarakat. Karena itu, sebelum menggunakan aplikasi investasi, masyarakat harus mengecek apakah pengembangnya terdaftar di OJK,” ucap Bayu.
Ia menambahkan, tantangan OJK semakin besar karena aplikasi ilegal kerap berganti nama setelah diblokir. “Keterlibatan masyarakat sangat penting. Kalau ragu, komunikasikan ke OJK,” katanya.
Dengan diresmikannya galeri investasi ini, BEI bersama sekolah dan OJK berharap literasi keuangan di kalangan pelajar semakin meningkat, sekaligus mendukung pertumbuhan transaksi pasar modal yang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025.