
Perayaan Dies Natalis ke-19 Universitas Teuku Umar
Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-19 pada hari Selasa, 11 November 2025, di Auditorium Teuku Umar. Acara ini menjadi momen penting untuk merayakan capaian yang telah diraih sekaligus merancang langkah-langkah strategis ke depan. Tema utama yang diangkat dalam perayaan ini adalah peran perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan era digital, terutama bagi wilayah terluar, perbatasan, dan pesisir.
Dalam sambutannya, Rektor UTU, Prof Dr Ishak Hasan, M.Si menekankan bahwa Dies Natalis ke-19 ini merupakan kesempatan emas untuk merefleksikan pencapaian yang telah diraih dan memperkuat komitmen universitas dalam menjadikannya sebagai institusi pendidikan unggul dan berdaya saing global. Ia menegaskan bahwa usia 19 tahun ini menjadi titik awal untuk meninjau kembali perjalanan yang telah dilalui dan memantapkan langkah ke depan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“UTU tidak hanya bertindak sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah Barat Selatan Aceh dan nasional,” ujar Prof. Ishak Hasan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas kerja keras dan kekompakan yang telah membawa UTU meraih berbagai prestasi, termasuk perolehan akreditasi Unggul untuk dua Program Studi.
Transformasi Pendidikan Tinggi di Era Digital
Ketua Komisi X DPR RI, Dr Ir Hetifah Sjaifudian, MPP, hadir sebagai Dies Reader dan menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema “Transformasi Pendidikan Tinggi di Era Digital: Tantangan dan Peluang Bagi Daerah Terluar, Perbatasan, dan Pesisir”. Dalam paparannya, Hetifah menyoroti pentingnya transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi negara maju dengan PDB lima terbesar di dunia.
Ia menyebutkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia pada 2024 mencapai 32 persen, sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) sebesar 24,17 persen. Angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN seperti Malaysia (43%), Thailand (49,29%), dan Singapura (91,09%). Pemerintah menargetkan APK pendidikan tinggi mencapai 60% pada 2045.
Hetifah menyoroti tantangan utama yang dihadapi pendidikan tinggi di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) dan pesisir, seperti keterbatasan kapasitas daya tampung, masalah sebaran perguruan tinggi, biaya kuliah, serta terbatasnya sumber daya pendidikan berkualitas. Menurutnya, perguruan tinggi bermutu masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Ia menekankan pentingnya transformasi digital sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan mutu dan mewujudkan keadilan layanan pendidikan. Transformasi ini mencakup pengembangan ekonomi berbasis keterampilan teknologi dan memastikan perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, bukan sekadar "pabrik ijazah".
Penghargaan dan Apresiasi
Momentum Dies Natalis ke-19 ini juga dimanfaatkan UTU untuk memberikan apresiasi melalui ajang "The 11th UTU Awards". Penghargaan diserahkan kepada berbagai kategori berprestasi di lingkungan kampus, termasuk Dosen Berprestasi di bidang Sains dan Sosial Humaniora, PNS dan PPPK Berprestasi, Tenaga Kependidikan Berdedikasi, Tenaga Pendukung Terbaik, hingga Stand Expo Terbaik.
Dua Program Studi (Prodi) di UTU, yaitu Prodi Kesehatan Masyarakat dan Prodi Ilmu Kelautan, juga mendapatkan penghargaan karena berhasil meraih Akreditasi Unggul. Selain penghargaan internal, UTU turut memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang berjasa besar bagi perkembangan institusi, khususnya dalam proses penegerian UTU, seperti Dr H Azwar Abubakar, Alm. Drs Teuku Rosman, dan Alm. H Malik Ridwan Badai, SH. Penghargaan juga diberikan kepada para mantan Rektor yang telah memimpin UTU, antara lain Prof Dr Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA., Drs Alfian Ibrahim, MS, Ir Abdul Malik Ali, MT., dan Ir Rusdi Faizin, MSi.