Tren Penurunan Harga Batu Bara 2025 Dipengaruhi Transisi Energi

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 15x dilihat
Tren Penurunan Harga Batu Bara 2025 Dipengaruhi Transisi Energi


Pergerakan harga batu bara acuan (HBA) sepanjang tahun 2025 tergolong fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Hal ini dapat dilihat dari data HBA pada bulan Januari 2025 yang mencapai US$ 124,01 per ton, namun ditutup dengan HBA periode II Desember 2025 hanya sebesar US$ 100,81 per ton. Perubahan ini menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Maharani, menjelaskan bahwa penurunan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, suplai global yang kuat dari Cina dan India. Kedua negara tersebut, yang menjadi tujuan ekspor utama Indonesia, meningkatkan produksi batu bara domestik sehingga mengurangi kebutuhan impor. Hal ini menyebabkan tekanan pasokan global semakin bertambah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kedua, tingkat pertumbuhan permintaan global melambat atau bahkan flat, terutama di Cina. Prediksi ini juga menunjukkan kemungkinan penurunan permintaan pada 2026. Gita menyatakan bahwa tren pelemahan harga sepanjang 2025 disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor tersebut.

Selain itu, ada juga pengaruh dari transisi energi. Meski cenderung menurun, HBA sempat mencapai level tertinggi pada Maret 2025, yaitu sekitar US$ 128,24 per ton. Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah menyesuaikan mekanisme penetapan HBA menjadi dua periode dalam sebulan.

Tren penurunan harga mulai terlihat pada semester kedua 2025. Pada Juli 2025, harga merosot hingga US$ 97,50 per ton. Selain dua faktor di atas, penurunan HBA juga dipengaruhi oleh transisi energi yang semakin pesat.

Berikut daftar HBA sepanjang 2025:

  • Januari: US$ 124,01 per ton
  • Februari: US$ 124,24 per ton
  • Maret I: US$ 128,24 per ton
  • Maret II: US$ 117,76 per ton
  • April I: US$ 123,32 per ton
  • April II: US$ 120,20 per ton
  • Mei I: US$ 121,15 per ton
  • Mei II: US$ 110,38 per ton
  • Juni I: US$ 100,97 per ton
  • Juni II: US$ 98,61 per ton
  • Juli I: US$ 107,35 per ton
  • Juli II: US$ 97,65 per ton
  • Agustus I: US$ 102,22 per ton
  • Agustus II: US$ 100,69 per ton
  • September I: US$ 105,33 per ton
  • September II: US$ 103,49 per ton
  • Oktober I: US$ 106,94 per ton
  • Oktober II: US$ 109,74 per ton
  • November I: US$ 103,75 per ton
  • November II: US$ 102,03 per ton
  • Desember I: US$ 98,26 per ton
  • Desember II: US$ 100,81 per ton

Senada dengan pendapat Gita, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan, Bisman Bakhtiar, juga menyebut bahwa faktor transisi energi dan peningkatan bauran energi baru terbarukan di berbagai negara turut memengaruhi harga batu bara. Menurutnya, kondisi demand dan ekspor batu bara pada 2025 secara umum stagnan bahkan cenderung turun. Ekspor juga mengalami tekanan harga dan persaingan ketat, sehingga volume tidak meningkat. Tidak ketinggalan, pengaruh berbagai perubahan kebijakan di dalam negeri juga ikut berkontribusi.

Mengenai proyeksi untuk tahun 2026, keduanya sepakat bahwa harga batu bara tahun depan tidak akan berbeda jauh dibandingkan 2025. Hal ini karena tidak terlihat adanya faktor yang dapat mendorong pergerakan harga secara signifikan. Ditambah dengan tantangan industri batu bara yang semakin bertambah, seperti rencana perubahan DHE hingga rencana bea keluar untuk batu bara.

“Harga bisa bertahan saja sudah cukup bagus. Kecuali ada konflik atau situasi global yang memanas, bisa jadi sentimen naiknya permintaan dan harga,” ujar Bisman.

HBA Periode II Desember 2025
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 420.K/MB.01/MEM.B/2025, harga batu bara acuan dibedakan menjadi empat golongan:

  • HBA dengan nilai kalor 6.322 kilo kalori (kcal) per kilogram (kg) GAR naik US$ 2,55 per ton dibandingkan periode pertama Desember 2025, dari US$ 98,26 per ton turun menjadi US$ 100,81 per ton.
  • HBA I dengan nilai kalor 5.300 kcal per kg GAR naik dari US$ 67,99 per ton menjadi US$ 69,93 per ton.
  • HBA II dengan nilai kalor 4.100 kcal per kg GAR naik tipis dari US$ 44,37 per ton menjadi US$ 45,44 per ton.
  • HBA III dengan nilai kalor 3.400 kcal per kg GAR naik dari US$ 34,15 per ton menjadi US$ 35,02 per ton.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan