Tren Saham Blue Chip BBCA dan TLKM Dikabarkan Menguntungkan Pasca Stimulus Pemerintah

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Tren Saham Blue Chip BBCA dan TLKM Dikabarkan Menguntungkan Pasca Stimulus Pemerintah

Performa Saham di Tengah Tantangan Ekonomi

Di tengah dinamika pasar modal, performa saham sepanjang tahun ini tidak terlalu bersinar. Indeks LQ45, yang merupakan indeks saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI), mengalami penurunan pada penutupan Selasa (11/11/2025) sebesar 0,26% ke level 842,686. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga melemah sebesar 0,29% ke 8.366. Meski demikian, IHSG secara year to date (YtD) telah melompat 18,17%, sementara LQ45 hanya naik 1,94%. Bahkan, kenaikan indeks tersebut kalah jika dibandingkan dengan IDX BUMN20 yang telah meningkat 6,44% YtD.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Faktor yang Mempengaruhi Performa Saham

Menurut Chief Investment Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Samuel Kesuma, saham-saham kategori blue chip biasanya dipengaruhi oleh perkembangan fundamental perusahaan. Namun, tahun ini kinerja laba emiten blue chip terpengaruh oleh ekonomi domestik yang lemah.

"Ke depannya kami melihat potensi yang lebih baik bagi saham blue chip Indonesia didukung oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang membaik," ujarnya dalam riset, Rabu (12/11/2025).

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dalam kuartal III 2025 melambat ke level 5,04% year on year (YoY), usai dalam kuartal II 2025 tumbuh sebesar 5,12% YoY. Meski performa saham blue chip tidak terlalu impresif, Samuel menilai valuasinya kini sangat menarik.

Daya Tarik Investasi Saat Ini

Dari segi dividen yield, indeks LQ45 saat ini berada di kisaran 5,3%, lebih tinggi dari yield SBN 1 tahun di 4,8% dan kompetitif dengan yield SBN 5 tahun di 5,5%. "Kami melihat dengan semakin turunnya suku bunga dan yield obligasi maka daya tarik bagi pasar saham akan semakin meningkat, terutama saham blue chip yang telah underperform tahun ini," tambahnya.

Katalis Positif Pertumbuhan Ekonomi

Sejalan dengan sensitivitas saham blue chip terhadap kondisi ekonomi nasional, Samuel juga menyampaikan beberapa katalis positif pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2025.

  • Stimulus ekonomi yang mencapai Rp46 triliun untuk periode September–Desember, termasuk bantuan langsung tunai Rp30 triliun, dinilai dapat menjadi katalis bagi konsumsi.
  • Akselerasi belanja pemerintah, yang secara historis mengalami akselerasi di kuartal IV. Per September 2025, belanja pemerintah baru mencapai Rp2.234 triliun atau 63% dari target. Dengan asumsi belanja dapat mencapai 100% dari target, maka masih ada potensi belanja pemerintah mencapai lebih dari Rp1.200 triliun di kuartal IV tahun ini, jauh lebih besar dari kuartal-kuartal sebelumnya.

Selain itu, penurunan BI Rate dan injeksi likuiditas dari pemerintah diharapkan dapat mempercepat penurunan suku bunga perbankan dan menarik minat dunia usaha untuk meningkatkan permintaan kredit. Pertumbuhan uang M2 meningkat di September mencapai 8% dari bulan sebelumnya 7,6%, dan pertumbuhan kredit tumbuh 7,7% dari bulan sebelumnya 7,5%.

Pergerakan Saham Pada Hari Ini

Pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (12/11/2025), indeks LQ45 bergerak menguat 0,70% ke 848,590. Sejumlah saham konstituen yang menguat antara lain:

  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 0,89% ke Rp8.475
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat 0,28% ke Rp3.530
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 5,51% ke Rp2.490
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 0,35% ke Rp2.890

Catatan Penting

Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan