Tren Suku Bunga Rendah, 102 Emiten Rilis Obligasi Korporasi Capai Rp 198,81 Triliun

admin.aiotrade 16 Des 2025 2 menit 14x dilihat
Tren Suku Bunga Rendah, 102 Emiten Rilis Obligasi Korporasi Capai Rp 198,81 Triliun


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

Penerbitan obligasi di Indonesia pada Januari hingga November 2025 mencatat peningkatan signifikan, dengan total penerbitan mendekati angka Rp 200 triliun. Angka ini menjadi bukti bahwa tren penurunan suku bunga sepanjang tahun 2025 berdampak positif terhadap aktivitas penerbitan surat utang oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Irmawati Amran, menyampaikan bahwa penerbitan surat utang korporasi selama periode tersebut mencapai Rp 198,81 triliun. Angka ini meningkat sebesar 56,88% secara year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 126,73 triliun.

Secara sektor, penerbitan obligasi terbesar berasal dari sektor multifinance dengan total sebesar Rp 37,98 triliun. Diikuti oleh sektor perbankan dengan nilai Rp 33,85 triliun, pulp dan kertas sebesar Rp 32,16 triliun, pertambangan sebesar Rp 24,2 triliun, serta pembiayaan non-multifinance sebesar Rp 22,04 triliun.

Menurut Irma, penerbitan surat utang oleh BUMN mencapai total Rp 65,65 triliun, sementara non-BUMN telah menerbitkan surat utang senilai Rp 133,15 triliun. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas penggalangan dana oleh perusahaan swasta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dari segi tujuan penerbitan, sebagian besar surat utang digunakan untuk modal kerja sebesar Rp 124,27 triliun (62,51%), kemudian untuk refinancing sebesar Rp 57,58 triliun (28,96%), dan sisanya untuk investasi sebesar Rp 16,90 triliun (8,50%).

Dalam hal peringkat, penerbitan surat utang korporasi didominasi oleh perusahaan dengan peringkat AAA sebanyak 58,61%, perusahaan dengan peringkat A sebesar 28,45%, perusahaan dengan peringkat AA sebesar 12,38%, serta perusahaan dengan peringkat BBB sebanyak 0,56%.

“Tahun ini ada sebanyak 102 emiten yang menerbitkan surat utang,” ujar Irma dalam acara Media Forum, Selasa (16/12).

Berdasarkan data Pefindo, jumlah emiten penerbit surat utang pada tahun ini menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir. Pada tahun 2020, tercatat sebanyak 74 perusahaan yang menerbitkan obligasi. Tahun 2021, jumlahnya turun sedikit menjadi 72 perusahaan. Pada tahun 2022, jumlahnya naik menjadi 92 korporasi, lalu pada tahun 2023 sebanyak 72 emiten, dan tahun 2024 sebanyak 84 korporasi.

Selain itu, berdasarkan tenor, penerbitan obligasi terdiri dari beberapa jenis. Obligasi dengan tenor 5 tahun mencapai 30,63%, obligasi tenor 3 tahun sebesar 29,85%, obligasi tenor 1 tahun sebesar 24,27%, dan obligasi tenor 7 tahun sebesar 12,96%. Hal ini menunjukkan variasi dalam strategi penerbitan surat utang oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan