Truk Trailer Terguling di Jalan Tol Solo–Ngawi, Sopir Selamat
Sebuah truk trailer yang membawa 25 ton gypsum mengalami kecelakaan tunggal di KM 500 Jalan Tol Solo–Ngawi, tepatnya di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, pada Senin (20/10/2025) pagi. Kejadian ini terjadi saat truk sedang melaju dari arah Surabaya menuju Semarang.
Truk yang tiba-tiba mengalami kecelakaan itu menabrak besi pembatas jalan tol di sisi kiri hingga akhirnya terguling ke bawah jalur tol. Beruntung, sopir truk berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Saat kejadian berlangsung, seorang pekerja di lokasi kejadian sedang melakukan evakuasi terhadap gypsum yang terdapat di dalam truk. Ia menyebutkan bahwa truk tersebut sedang berangkat dari Gresik menuju Jogja dengan muatan sekitar 25 ton. Menurut informasi yang ia peroleh, sopir truk hanya mengalami lecet di kaki dan tidak mengalami cedera serius.
“Tidak apa-apa. Hanya lecet di kaki,” ujar pekerja tersebut.
Sementara itu, Muhammad, warga setempat yang berada di lokasi kejadian, mengatakan bahwa kecelakaan diduga disebabkan oleh sopir yang mengantuk. Ia membenarkan bahwa informasi awal menyebutkan bahwa pengemudi mengalami kelelahan saat berkendara.
Petugas dari Satlantas Polres Boyolali bersama PJR Kartasura dan pihak pengelola jalan tol segera datang untuk menangani situasi tersebut. Mereka melakukan proses evakuasi dan pembersihan jalur tol agar kondisi kembali normal.
Kanit Gakkum Polres Boyolali, Iptu Budi Purnomo, memastikan bahwa insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi secara tunggal dan tidak ada korban jiwa yang tercatat.
“Kecelakaan tunggal. Korban jiwa nihil,” tegas Iptu Budi Purnomo.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini sempat menarik perhatian para pengguna jalan tol lainnya. Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena muatan gypsum yang berat dan berserakan di bawah jalur tol. Petugas terus berupaya untuk membersihkan area tersebut agar lalu lintas dapat kembali lancar.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi pengemudi untuk lebih waspada saat berkendara, terutama di jalur tol yang memiliki kecepatan tinggi. Selain itu, pentingnya menjaga kondisi tubuh dan mental saat berkendara agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir.