Trump Akan Undang Putin Hadiri KTT G20 di Miami

Trump Akan Undang Putin Hadiri KTT G20 di Miami

Aiotrade, JAKARTA Amerika Serikat (AS) akan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G20 di Miami pada Desember mendatang. Namun, Presiden AS Donald Trump meragukan apakah Putin akan menerima undangan tersebut.

AS menjadi tuan rumah G20 pada 2026, dengan Trump menjanjikan penyelenggaraan KTT para pemimpin dunia secara besar pada 1415 Desember di resor miliknya, Trump National Doral. Seluruh anggota G20 akan diundang untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri dan KTT pemimpin, ujar seorang pejabat pemerintahan Trump dikutip dari The Moscow Times, Sabtu (25/4/2026).

Terkait hal tersebut, Trump saat dikonfirmasi menyatakan keraguannya terkait kehadiran Putin dalam KTT G20. Saya tidak tahu apakah dia akan datang. Sejujurnya saya ragu dia akan datang, ujarnya kepada wartawan. Namun, dia menambahkan bahwa kehadiran Putin akan sangat membantu.

Pada kesempatan yang sama, Trump juga kembali mengkritik mantan Presiden AS Barack Obama yang mengeluarkan Rusia dari G8 pada 2014 setelah aneksasi Krimea. Dia menyebut langkah tersebut membuat Putin tersinggung.

Sebelumnya, Kremlin menyatakan Putin belum memutuskan apakah akan menghadiri KTT G20 tahun ini. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Putin sebagian besar dijauhi negara-negara Barat. Namun, sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump berupaya menjembatani kesenjangan diplomatik sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Putin terakhir kali menghadiri KTT G20 secara langsung pada 2019, sebelum pandemi Covid-19. Dalam beberapa tahun terakhir, dia lebih sering mengikuti forum tersebut secara virtual, salah satunya terkait surat perintah penangkapan dari International Criminal Court.

Amerika Serikat bukan anggota ICC sehingga tidak memiliki kewajiban untuk menahan Putin jika ia datang ke wilayah AS. Putin dan Trump sendiri terakhir bertemu langsung di Alaska pada Agustus tahun lalu dalam rangka pembahasan upaya mengakhiri perang Ukraina.

Tantangan Diplomasi yang Dihadapi

Kehadiran Putin dalam KTT G20 merupakan tantangan diplomasi yang signifikan. Meskipun AS telah mengundangnya, kemungkinan besar Putin akan menghadiri acara tersebut secara virtual. Hal ini disebabkan oleh tekanan internasional terhadap Rusia akibat invasi ke Ukraina.

Beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat menolak untuk mengakui kedaulatan Rusia atas Krimea, yang menyebabkan ketegangan antara Rusia dan Barat. Pernyataan Trump tentang kehadiran Putin juga mencerminkan sikap yang lebih lunak dibandingkan presiden sebelumnya.

Trump berharap bisa menjembatani hubungan antara Rusia dan Barat. Ia percaya bahwa kehadiran Putin dalam KTT G20 dapat membantu proses perdamaian. Namun, banyak pihak masih skeptis terhadap kemampuan Trump untuk mencapai hasil nyata.

Peran Internasional dalam Konflik Ukraina

Konflik Ukraina telah menjadi fokus utama hubungan internasional selama beberapa tahun terakhir. Rusia dan Barat saling menyalahkan atas situasi yang terjadi. Sementara itu, negara-negara non-Eropa seperti China dan India cenderung lebih netral dalam konflik ini.

KTT G20 diharapkan menjadi wadah untuk diskusi tentang solusi perdamaian. Namun, karena posisi Rusia yang kontroversial, banyak negara enggan menghadiri acara tersebut secara langsung.

Pertemuan antara Trump dan Putin di Alaska menunjukkan bahwa ada upaya untuk menyelesaikan masalah melalui dialog. Namun, hambatan besar tetap ada, termasuk sanksi internasional terhadap Rusia.

Perspektif Masa Depan

Masa depan hubungan antara AS dan Rusia masih tidak jelas. Meski Trump ingin menjalin hubungan yang lebih baik, banyak faktor yang bisa menghalangi. Termasuk di dalamnya adalah sikap publik di AS dan Eropa terhadap Rusia.

Di sisi lain, Putin juga harus mempertimbangkan reaksi dalam negeri. Banyak rakyat Rusia mendukung tindakan pemerintah terhadap Ukraina, meski hal ini menyebabkan isolasi internasional.

Dengan demikian, kehadiran atau tidaknya Putin dalam KTT G20 tidak hanya akan memengaruhi hubungan bilateral, tetapi juga citra global Rusia. Apakah ia hadir atau tidak, situasi ini akan menjadi indikator penting tentang pergeseran dalam dinamika geopolitik global.