Ancaman Trump dan Persiapan Iran untuk Perang Lanjutan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan sikap tegas terhadap Iran dalam beberapa pernyataannya. Ia menyatakan bahwa AS berkomitmen mencapai kesepakatan dengan negara tersebut "dengan cara apa pun", termasuk melalui langkah militer jika diperlukan. Trump bahkan mengancam akan menghancurkan seluruh wilayah di Iran jika Teheran tidak setuju untuk menandatangani perjanjian.
Dalam pernyataannya yang dilaporkan oleh media, Trump menuding Iran melakukan "pelanggaran serius" terhadap perjanjian gencatan senjata. Meski begitu, ia tetap percaya bahwa kesepakatan masih bisa tercapai. Trump juga membenarkan bahwa perwakilan AS akan berangkat ke Islamabad pada malam hari Senin (20/4/2026) untuk melakukan negosiasi. Ia menekankan bahwa Washington telah memberikan "tawaran yang adil dan dapat diterima" kepada Iran.
Trump mengancam akan mengambil tindakan militer dan ekonomi yang keras jika proposal perjanjian ditolak. Menurutnya, AS mungkin akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan sebagai bentuk ancaman. Ia juga menyatakan bahwa Iran akan "dipaksa untuk menyerah dengan cepat dan mudah" jika penolakan terus berlanjut.
Trump menyoroti bahwa Iran telah melepaskan tembakan di Selat Hormuz, yang dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata. Ia juga menganggap pengumuman Iran tentang penutupan selat itu "aneh" karena justru merugikan Iran sendiri. Menurut Trump, penutupan selat tersebut merugikan Iran sekitar 500 juta dolar AS per hari, sementara AS tidak terpengaruh olehnya. Ia menambahkan bahwa blokade yang diberlakukan secara efektif telah mengganggu lalu lintas di selat tersebut, sehingga banyak kapal kini menuju AS untuk memuat barang.

Iran Bersiap untuk Perang Lanjutan
Situasi yang "mengambang" mengenai kesepakatan antara AS dan Iran tampaknya membuat Teheran bersiap menghadapi serangan berikutnya dari AS-Israel jika negosiasi benar-benar buntu. Media Iran melaporkan pernyataan komandan Angkatan Udara Garda Revolusi Iran (IRGC), Majid Mousavi, yang menyatakan bahwa Iran saat ini sedang memodernisasi dan melengkapi kembali platform peluncur rudal serta drone-nya.
Persiapan Iran dalam memperbarui landasan dan peluncur rudal ini diklaim berjalan lebih cepat daripada sebelum perang dengan AS dan Israel. Pernyataan Mousavi dipublikasikan bersamaan dengan video yang menampilkan dirinya sedang memeriksa fasilitas rudal bawah tanah yang lokasinya tidak disebutkan. Video tersebut juga menampilkan cuplikan drone, rudal, dan landasan peluncuran di dalam fasilitas bawah tanah, serta landasan peluncuran rudal di darat.
Salah satu tujuan perang AS-Israel terhadap Iran, yang meletus pada 28 Februari, adalah untuk melenyapkan kemampuan rudal Iran. Dengan persiapan yang semakin matang, Iran tampaknya siap menghadapi ancaman yang datang dari pihak luar. Kesiapan ini menjadi bukti bahwa konflik antara Iran dan negara-negara Barat belum sepenuhnya usai, dan potensi perang lanjutan masih terbuka lebar.