Trump Ancam Tarif Tinggi Atas Inggris Karena Pajak Digital

Trump Ancam Tarif Tinggi Atas Inggris Karena Pajak Digital


Aiotrade, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras terhadap Inggris jika pajak layanan digital untuk perusahaan teknologi asal AS tidak dicabut. Pernyataan ini disampaikan oleh Trump dalam sebuah pidato yang diadakan di Ruang Oval Gedung Putih. Ia menilai bahwa beberapa pihak berusaha meraih keuntungan mudah dengan menargetkan perusahaan-perusahaan besar dari AS.

“Kami telah mengkaji hal ini, dan kami bisa dengan mudah meresponsnya dengan mengenakan tarif besar terhadap Inggris, jadi mereka harus berhati-hati,” ujar Trump, seperti dilansir oleh CNBC International pada Sabtu (25/4/2026).

Trump menyatakan bahwa jika Inggris tidak segera mencabut pajak tersebut, maka pihaknya akan mempertimbangkan pengenaan tarif yang cukup besar. Meski demikian, ia belum memberikan rincian spesifik mengenai besaran tarif yang dimaksud. Hingga saat ini, Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi terkait isu ini.

Pajak digital yang diberlakukan sejak 2020 ini menetapkan tarif sebesar 2% atas pendapatan dari mesin pencari, media sosial, dan marketplace daring yang mendapatkan nilai dari pengguna di Inggris. Kebijakan ini melibatkan sejumlah perusahaan teknologi besar asal AS seperti Google, Meta, dan Apple.

Pemerintahan Partai Buruh di Inggris sebelumnya menjelaskan bahwa pajak ini merupakan instrumen fiskal penting, karena kontribusinya terhadap penerimaan negara mencapai sekitar £800 juta (US$1,08 miliar) pada tahun fiskal 2024–2025.

Selama ini, kebijakan ini tidak mengalami perubahan, bahkan setelah AS dan Inggris menandatangani perjanjian dagang pada Mei tahun lalu. Namun, Trump pernah menyatakan bahwa ketentuan dalam kesepakatan tersebut selalu bisa diubah jika diperlukan.

Pernyataan Trump muncul setelah beberapa minggu terakhir ia melakukan kritik terbuka terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Hal ini memperburuk tensi hubungan dagang antara kedua negara menjelang kunjungan kenegaraan Raja Charles III dan Ratu Camilla ke Amerika Serikat.

Raja dan Ratu dijadwalkan tiba di AS pada Senin pekan depan. Mereka diperkirakan akan bertemu dengan Trump di Gedung Putih dalam kunjungan selama empat hari.