Trump Janjikan Dividen Tarif Rp33,3 Juta untuk Warga AS

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 9x dilihat
Trump Janjikan Dividen Tarif Rp33,3 Juta untuk Warga AS


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pembagian uang sebesar USD 2.000 atau setara dengan Rp 33,3 juta per orang (dengan kurs Rp 16.667) kepada warga negara Amerika Serikat. Namun, pemberian uang ini tidak berlaku bagi individu yang termasuk dalam kategori pendapatan tinggi.

Seperti biasanya, Trump menyampaikan informasi tersebut melalui media sosial miliknya, TruthSocial (@real.DonalTrump). Dalam cuitannya, ia tidak menjelaskan secara rinci batasan pendapatan yang memungkinkan seseorang untuk menerima dana tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Orang-orang yang menentang [kebijakan] tarif [resiprokal] itu bodoh. Kita saat ini menjadi negara kaya, negara paling disegani di dunia. Dengan hampir tak ada inflasi, dan rekor pasar modal [USD] 401.000 tertinggi sepanjang sejarah," tulis Trump dalam cuitannya.

Ia juga menambahkan, "Kita sedang mengantongi triliunan dolar dan akan segera melunasi utang besar [kita] USD 37 triliun. Investasi AS mencatatkan rekor dengan pembangunan di berbagai daerah. 'Dividen' setidaknya USD 2.000 per orang (tidak termasuk orang berpenghasilan tinggi) akan dibayarkan kepada semua orang."

Kebijakan tarif ini pertama kali diumumkan pada 2 April 2025, yang sering disebut sebagai 'Hari Kemerdekaan'. Beberapa negara terkena dampak dari penerapan tarif ini.

Trump yakin bahwa kebijakan tarif ini dapat meningkatkan jumlah pajak yang dikumpulkan pemerintah, mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak barang buatan Amerika, dan meningkatkan investasi di AS.

Dalam penerapannya, Trump menargetkan pengiriman dari semua negara yang menjadi mitra dagang Amerika dan menerapkan tarif terpisah untuk sektor-sektor tertentu.

Menurut laporan Bloomberg Economics, "Tarif yang sangat luas ini diperkirakan dapat menyebabkan kerugian sebesar USD 2 triliun pada produk domestik bruto (PDB) global hingga akhir tahun 2027, dibandingkan dengan jalur sebelum perang dagang."

Beberapa ahli ekonomi mengkhawatirkan dampak dari kebijakan ini, terutama karena potensi peningkatan harga barang dan ketidakstabilan pasar global. Namun, Trump tetap bersikeras bahwa kebijakan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekonomi AS.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan bisa memperkuat posisi Amerika Serikat dalam perdagangan internasional dengan membatasi impor dari negara-negara yang dinilai tidak adil dalam hubungan dagang.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump telah memperluas penerapan tarif terhadap berbagai produk, termasuk barang elektronik, tekstil, dan bahan baku industri. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk memprioritaskan kepentingan nasional dalam segala aspek perdagangan.

Meskipun ada pro dan kontra terhadap kebijakan ini, Trump tetap optimis bahwa langkah ini akan membawa keuntungan jangka panjang bagi rakyat Amerika Serikat. Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi yang dirancang untuk membangun kembali ekonomi AS.

Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan tarif ini juga menjadi salah satu isu penting dalam kampanye politiknya, yang diharapkan dapat mendapatkan dukungan dari kalangan pemilih yang prihatin dengan kondisi ekonomi negara.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan