Trump ke Pakistan jika kesepakatan AS-Iran tercapai

Trump ke Pakistan jika kesepakatan AS-Iran tercapai


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan penting pada hari Kamis mengenai kemungkinan kunjungannya ke Pakistan. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks upaya diplomasi antara AS dan Iran yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan damai terkait konflik yang telah berlangsung beberapa minggu belakangan.

Trump menegaskan bahwa ia akan mempertimbangkan kunjungan tersebut jika kesepakatan damai antara AS dan Iran ditandatangani di Islamabad. "Saya akan pergi ke Pakistan, ya," ujarnya kepada para jurnalis di Gedung Putih. "Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi."

Selain itu, Trump juga menyebutkan bahwa kedua pihak "mungkin" akan melanjutkan pembicaraan tatap muka selama akhir pekan. Ia menekankan bahwa kesepakatan yang akan dicapai nantinya akan menjadi kesepakatan yang baik dan tidak melibatkan senjata nuklir. "Kami memiliki banyak kesepakatan dengan Iran," tambahnya.

Trump juga mengungkapkan bahwa ia mungkin tidak perlu memperpanjang gencatan senjata dua pekan saat ini dengan Iran, yang akan berakhir pada hari Rabu mendatang. "Kami baik-baik saja, saya bisa katakan," katanya. "Saya tidak yakin perlu diperpanjang."

Di sisi lain, Trump menolak laporan yang menyebutkan bahwa AS memiliki rencana untuk menangguhkan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun. "Kami punya pernyataan, pernyataan yang sangat kuat, bahwa mereka tidak akan memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun," ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada batasan waktu 20 tahun dalam kesepakatan tersebut.

Presiden AS itu juga menyatakan bahwa Teheran telah "setuju untuk mengembalikan debu nuklir yang berada jauh di bawah tanah karena serangan yang kita lakukan dengan pesawat pengebom B2," merujuk pada uranium yang diperkaya milik Iran.

Namun, Trump kembali mengulangi ancamannya untuk melanjutkan pengeboman jika pembicaraan gagal. "Jika tidak ada kesepakatan, pertempuran akan berlanjut," katanya.

Perkembangan Terkini

Berikut adalah rangkuman perkembangan terkini terkait situasi ini:

  • Trump menyatakan kemungkinan kunjungan ke Pakistan jika kesepakatan damai dengan Iran tercapai.
  • Kedua pihak mungkin akan melanjutkan pembicaraan tatap muka selama akhir pekan.
  • Trump menegaskan bahwa kesepakatan yang akan dicapai tidak akan melibatkan senjata nuklir.
  • Ia menolak laporan mengenai batasan waktu 20 tahun untuk menangguhkan pengayaan uranium Iran.
  • Trump mengklaim bahwa Iran setuju untuk mengembalikan debu nuklir akibat serangan pesawat B2.
  • Ia kembali mengancam akan melanjutkan pengeboman jika tidak ada kesepakatan.