
Pernyataan Keras Presiden Trump terhadap Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan yang sangat tegas pada hari Minggu (12/4) mengenai kemampuan militer AS untuk melumpuhkan infrastruktur energi Iran dalam waktu singkat. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengklaim bahwa negaranya mampu menghancurkan seluruh sektor energi Iran hanya dalam satu hari. Ia menambahkan bahwa AS juga bisa menjatuhkan satu fasilitas dalam waktu satu jam dan memastikan bahwa infrastruktur listrik Iran harus dibangun kembali dari awal jika serangan tersebut terjadi.
Trump juga menyebutkan bahwa pihaknya siap menghancurkan jembatan-jembatan di Iran sebagai bagian dari ancaman militer. Selain itu, ia mengumumkan rencana blokade angkatan laut di Selat Hormuz untuk menutup akses ke jalur tersebut bagi semua kapal tanpa pengecualian. Menurut perintahnya, Angkatan Laut AS akan melacak dan mencegat kapal-kapal yang membayar Iran untuk melewati selat tersebut.
Rencana Serangan dan Blokade Militer
Menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui hal tersebut, rencana serangan terhadap Iran tetap menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh Trump beberapa jam setelah pembicaraan di Islamabad, Pakistan, pada hari Minggu (12/4). Meski demikian, Trump juga diperkirakan akan melanjutkan serangan bom dengan skala penuh, meskipun kemungkinan besar tidak dilakukan karena risiko destabilisasi lebih lanjut di kawasan tersebut dan keengganan Trump untuk terlibat dalam konflik militer berkepanjangan.
Pembicaraan antara Iran dan AS di Islamabad dimulai pada hari Sabtu (11/4) setelah Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, pada pagi hari Minggu (12/4), Wakil Presiden AS J.D. Vance mengatakan bahwa kedua pihak gagal mencapai kesepakatan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa kesepahaman bersama telah tercapai pada sejumlah isu, tetapi posisi Iran dan AS tetap berbeda pada dua atau tiga poin kunci.
Langkah Konkret dari Pihak AS
Setelah pernyataan tersebut, Trump mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Ia juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat semua kapal yang membayar Iran untuk melewati selat tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) pun bersumpah akan memulai blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada Senin pukul 14:00 GMT atau 21.00 WIB.
Beberapa langkah yang diambil oleh AS menunjukkan ketegangan yang tinggi antara kedua negara. Meskipun ada upaya diplomasi, seperti gencatan senjata yang diumumkan Trump, hasil dari pembicaraan di Islamabad tampaknya tidak cukup untuk menenangkan situasi. Hal ini menunjukkan bahwa potensi konflik militer masih menjadi ancaman nyata, terlebih jika tekanan diplomatik tidak berhasil mencapai solusi yang diterima oleh kedua belah pihak.