Trump: Pembuat Manifesto Anti-Kristen di Lokasi Penembakan Gedung Putih

Trump: Pembuat Manifesto Anti-Kristen di Lokasi Penembakan Gedung Putih


Insiden tembakan terjadi saat jamuan makan malam tahunan "White House Correspondents Dinner" yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington, Sabtu (25/4) malam waktu setempat. Trump berhasil dievakuasi dan menyebut bahwa pelaku penembakan memiliki motif anti-Kristen serta banyak kebencian dalam hatinya.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa tersangka adalah "orang yang sakit" dan keluarganya sempat menyampaikan kekhawatiran tentang pelaku kepada petugas penegak hukum sebelum insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa ketika membaca manifesto pelaku, terlihat jelas bahwa ia membenci orang Kristen.

Seorang pejabat hukum memberi keterangan kepada Reuters bahwa manifesto atau pernyataan terbuka itu dikirim ke anggota keluarga Allen tak lama sebelum serangan. Dalam manifesto tersebut, tersangka menyebut dirinya sebagai pembunuh federal yang ramah. Isi manifesto tersebut menyatakan bahwa menolak untuk berbuat dosa ketika orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristen; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas.

Target yang tercantum dalam manifesto adalah para pejabat pemerintahan, dengan prioritas dari peringkat tertinggi hingga terendah. Pejabat tersebut menyebut bahwa manifesto ini menunjukkan keamanan yang sangat buruk di Washington Hilton, tempat makan malam itu diadakan. Menurut isi manifesto, satu hal yang langsung diperhatikan saat memasuki hotel adalah rasa arogansi. Seseorang bisa masuk dengan beberapa senjata dan tidak ada yang mempertimbangkan kemungkinan bahwa dia bisa menjadi ancaman.

Peristiwa kacau tersebut menimbulkan pertanyaan baru tentang keamanan para pejabat tinggi AS, yang banyak di antaranya berkumpul di ballroom hotel yang luas. Trump memanfaatkan perhatian yang ditimbulkan oleh insiden tersebut untuk mempromosikan ballroom Gedung Putih yang direncanakannya sebagai alternatif yang lebih aman dan terjamin untuk acara-acara semacam itu. Ia menulis di Truth Social bahwa meskipun indah, tempat tersebut memiliki semua fitur keamanan tingkat tertinggi yang ada. Tidak ada ruangan di atasnya yang dapat dimasuki orang-orang yang tidak aman, dan berada di dalam gerbang gedung paling aman di dunia, Gedung Putih.

Kronologi Insiden Tembakan

Pelaku berhasil dihentikan jauh sebelum memasuki ruang ballroom hotel tempat acara tersebut berlangsung. Trump beserta istrinya Melania, dan Wakil Presiden JD Vance dievakuasi begitu suara tembakan terdengar. Tersangka, yang diidentifikasi oleh seorang pejabat sebagai Cole Tomas Allen, 31 tahun, dari Torrance, California, ditangkap di tempat kejadian di Washington, D.C.

Berdasarkan keterangan Plt Jaksa Agung AS Todd Blanche, tersangka melakukan perjalanan dengan kereta api dari Los Angeles ke Chicago dan kemudian ke Washington. Ia lalu check-in di Hilton pada Jumat (24/4). Penumpang kereta api di Amerika Serikat tidak diharuskan melewati detektor logam seperti di bandara. Menurut Blanche, Trump dan anggota penting pemerintahannya kemungkinan besar menjadi target.

Para pejabat mengatakan bahwa tersangka menembakkan senapan ke arah agen Secret Service di pos pemeriksaan keamanan di hotel Washington Hilton sebelum ditangkap dan ditahan. Trump, Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan pejabat kabinet lainnya langsung dievakuasi saat tembakan terdengar. Agen Secret Service yang tertembak disebut lolos dari cedera serius karena peluru mengenai rompi pelindungnya.

Tersangka akan didakwa di pengadilan federal pada hari Senin waktu setempat dengan tuduhan penyerangan terhadap petugas federal, penembakan, dan percobaan pembunuhan terhadap petugas federal. Namun Blanche menyatakan bahwa belum mengetahui apakah ada keterkaitan Iran dengan serangan tersebut.

White House Correspondents Dinner adalah jamuan makan malam tahunan oleh organisasi nirlaba, terdiri dari para jurnalis, wartawan, dan koresponden yang meliput aktivitas Gedung Putih dan Presiden Amerika Serikat. Makan malam tahunan ini diadakan untuk merayakan kebebasan pers, memberikan beasiswa kepada jurnalis muda, dan mempertemukan media dengan elit politik serta Hollywood.

Trump, yang sebelumnya sempat memboikot acara gala media tersebut, telah meminta agar makan malam itu dijadwal ulang dalam waktu 30 hari ke depan.

Insiden pada Sabtu (24/4) ini merupakan pengingat lain tentang meningkatnya gelombang kekerasan politik di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Aktivis politik konservatif Charlie Kirk ditembak mati di sebuah demonstrasi pada September lalu, hanya beberapa bulan setelah pembunuhan Melissa Hortman, perwakilan negara bagian Minnesota dari Partai Demokrat, dan suaminya pada Juni 2025, serta penembakan seorang senator negara bagian Minnesota.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos, yang dilakukan beberapa hari setelah pembunuhan Kirk, menunjukkan bahwa warga Amerika percaya bahwa retorika yang semakin keras seputar politik mendorong kekerasan di AS.