Trump Potong Tarif Impor Daging Sapi dan Kopi untuk Lawan Inflasi AS

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 9x dilihat
Trump Potong Tarif Impor Daging Sapi dan Kopi untuk Lawan Inflasi AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan rencana untuk mengurangi tarif impor terhadap beberapa komoditas penting seperti daging sapi, kopi, buah-buahan tropis, dan lainnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya inflasi dan harga yang dirasakan oleh konsumen.

Trump menandatangani perintah eksekutif yang berisi penghapusan tarif pada produk-produk tertentu, termasuk teh, jus buah, kakao, rempah-rempah, pisang, jeruk, tomat, dan pupuk. Perintah tersebut memungkinkan barang-barang tersebut untuk tidak terkena tarif timbal balik yang biasanya berkisar antara 10% hingga 50%. Namun, aturan ini tidak sepenuhnya menghapus semua tarif, tetapi hanya memberikan pengecualian untuk sejumlah komoditas tertentu.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pernyataannya saat berada di dalam pesawat Air Force One sementara menuju Florida, Trump menyebutkan bahwa pihaknya sedang melakukan pengurangan tarif pada beberapa makanan seperti kopi. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meredakan tekanan harga yang dirasakan oleh masyarakat.

Langkah ini diambil dalam konteks tarif impor yang tinggi terhadap negara-negara lain. Selain itu, kebijakan relaksasi tarif juga dilakukan setelah kemenangan Partai Demokrat dalam beberapa pemilihan negara bagian. Trump mengakui bahwa tarif impor AS berdampak pada konsumen, namun ia menekankan bahwa dampak terbesar justru dirasakan oleh negara-negara yang terkena tarif.

Inflasi di AS pada bulan September mencapai 3%, meningkat dari 2,9% pada Agustus 2025. Meskipun demikian, Trump mengklaim bahwa inflasi telah menghilang sejak ia menjabat. Pemerintahannya tetap bersikeras bahwa tarif bukan faktor utama inflasi, meskipun Partai Demokrat menilai kebijakan Trump merugikan rakyat Amerika.

"Presiden Trump akhirnya mengakui apa yang selalu kita ketahui: tarifnya menaikkan harga bagi rakyat Amerika," ujar Don Beyer, anggota DPR dari Partai Demokrat Virginia. Harga daging sapi yang mencapai rekor tertinggi menjadi fokus khusus bagi Trump. Tarif terhadap Brasil, salah satu eksportir utama daging, juga menjadi salah satu faktor kenaikan harga.

Asosiasi Industri Makanan memberikan apresiasi terhadap langkah Trump dalam memberikan keringanan tarif agar harga di tingkat konsumen lebih terjangkau. "Ini merupakan langkah penting yang memastikan pasokan yang memadai dan berkelanjutan dengan harga yang terjangkau," kata asosiasi tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan