Presiden AS Dievakuasi Saat Terjadi Penembakan di Hotel Washington Hilton

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dievakuasi saat terjadi penembakan selama acara makan malam dengan para wartawan Gedung Putih di Hotel Washington Hilton pada Sabtu (25/04) malam waktu setempat. Insiden ini menimbulkan kekacauan besar di dalam ballroom hotel tersebut.
Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengonfirmasi bahwa seorang tersangka telah ditahan. Dalam pernyataannya, FBI menyebutkan bahwa "Satuan Tanggap Ibu Kota Nasional dari Kantor FBI Wilayah Washington telah menangani insiden penembakan di Washington Hilton, Washington, D.C. Pelaku telah diamankan."
Kekacauan di Ballroom Hotel Washington Hilton
Koresponden BBC di Amerika Utara, Gary O'Donoghue, merupakan salah satu wartawan yang hadir dalam acara makan malam tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 20:35 waktu setempat, suara dentuman terdengar dari pintu-pintu utama ballroom. Suara tersebut mirip dengan tembakan otomatis, meskipun tidak jelas apa sumbernya.
Daniel Bush, koresponden BBC yang juga berada di lokasi, menjelaskan bahwa kebingungan luas terjadi di dalam ballroom. Para tamu berlindung di bawah meja ketika suara tembakan terdengar di dekat area tersebut.

Presiden AS, Donald Trump, dan para pejabat lainnya, termasuk Direktur FBI Kash Patel, segera dievakuasi dari Washington Hilton. Dentuman keras terdengar, lalu sejumlah anggota Dinas Rahasia mengawal presiden keluar dari lokasi sambil berteriak, "tiarap, tiarap".
Stephen Miller, penasihat utama Trump, terlihat dikawal keluar dari kerumunan dan meninggalkan lokasi. Sebagian besar tamu lainnya awalnya berjongkok saat kekacauan terjadi, tetapi tetap berada di dalam gedung setelah presiden dievakuasi.
Trump Selamat, Petugas Dinas Rahasia Terluka
Trump menyatakan bahwa seorang pria menerobos pos pemeriksaan keamanan dengan membawa banyak senjata. Menurutnya, pelaku telah dilumpuhkan oleh "beberapa anggota Dinas Rahasia yang sangat berani".

Trump juga mengungkapkan bahwa seorang petugas Dinas Rahasia ditembak dari jarak sangat dekat dalam insiden tersebut. Namun, petugas itu selamat berkat rompi antipeluru yang dikenakannya. "Saya baru saja berbicara dengan petugas itu, dan dia dalam kondisi sangat baik," tulis Trump.
"Semangatnya sangat tinggi, dan kami mengatakan kepadanya bahwa kami mencintai dan menghormatinya, dan dia adalah pria yang sangat membanggakan," tambahnya.
Trump mengatakan ini bukan kali pertama dirinya diserang oleh seorang "calon pembunuh". Dia merujuk pada dua insiden yaitu saat pidato umum di Butler, Pennsylvania, dan ketika dia sedang bermain golf di Palm Beach, Florida.
Identitas Tersangka Masih Dirahasiakan
Sejauh ini belum ada keterangan mengenai identitas pelaku. Trump menyebut tersangka, yang kini telah ditahan, sebagai "orang yang sangat sakit". "Kami tidak ingin hal-hal seperti ini terjadi," katanya.
Jeff Carol, kepala sementara Departemen Kepolisian Metropolitan, mengatakan bahwa tersangka memiliki beberapa senjata. "Ia bersenjata dengan senapan shotgun, sebuah pistol, dan beberapa pisau," katanya. Menurut Carol, tersangka tidak terkena tembakan, dan tampaknya tersangka bertindak seorang diri.
Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, mengatakan tersangka saat ini berada di rumah sakit.

Trump mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara acara yang "melakukan pekerjaan yang bagus dengan sebuah malam yang indah" yang berfokus pada kebebasan berbicara dan Konstitusi. Acara tersebut akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan, katanya, seraya menambahkan bahwa acara itu akan "lebih besar, lebih baik, dan bahkan lebih bagus".
Trump juga berterima kasih kepada media, yang menurutnya bersikap "sangat bertanggung jawab" dalam meliput situasi tersebut.
Keamanan Acara Diuji Kembali
Daniel Bush, koresponden BBC di Washington, melaporkan dari Washington Hilton bahwa pertanyaan besar masih menyelimuti insiden penembakan ini. Namun, insiden tersebut telah memunculkan kekhawatiran mengenai pengaturan keamanan dalam jamuan makan malam koresponden Gedung Putih.
Acara di Washington Hilton ini hampir setiap tahun dihadiri oleh presiden, sejumlah menteri kabinet, dan pejabat senior pemerintahan lainnya, serta ratusan jurnalis. Para peserta diwajibkan melewati pemeriksaan keamanan seperti di bandara untuk memasuki ballroom utama, tempat jamuan makan berlangsung. Selain itu, terdapat pula pengamanan di luar hotel.
Secara teori, ini seharusnya menjadi salah satu acara paling aman di Washington. Belum pernah terjadi insiden serupa pada jamuan makan malam koresponden Gedung Putih sebelumnya. Yang pasti, keamanan acara tersebut akan mendapat sorotan ke depannya.