
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran telah setuju untuk menangguhkan program nuklirnya tanpa batas waktu. Selain itu, ia juga mengklaim bahwa AS tidak akan mencairkan aset Iran yang sebelumnya dibekukan. Pernyataan ini muncul dalam wawancara singkat dengan Bloomberg News, di mana Trump menjelaskan bahwa pembicaraan langsung dengan Iran mengenai penghentian perang secara permanen kemungkinan akan berlangsung akhir pekan ini. Namun, laporan tersebut tidak memberikan detail lebih lanjut tentang siapa yang memimpin delegasi AS.
Trump juga menyampaikan rencananya untuk terbang ke Pakistan guna menandatangani kesepakatan yang telah dicapai. "Sebagian besar poin utamanya telah disepakati, dan prosesnya akan cepat," katanya dalam wawancara telepon singkat tersebut. Meski begitu, putaran pertama negosiasi yang berlangsung akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan meskipun pembicaraan berlangsung cukup lama. Gencatan senjata selama dua minggu yang disepakati dengan Pakistan sebagai penengah juga akan berakhir awal pekan depan.
Perkembangan Terkini
Ekonom menyebut bahwa eksekusi impor minyak dari Rusia menghadapi hambatan terkait kontrak dan pembayaran. Sementara itu, dalam pertemuan dengan Ketua DPRD Seluruh Indonesia, Prabowo menyentil soal patriotisme. Dalam konteks lain, penelitian mengukur campur tangan Danantara dalam penyehatan BUMN Karya juga menjadi topik diskusi.
Terkait isu moratorium program nuklir Iran, Trump menyatakan bahwa penghentian tersebut tidak memiliki jangka waktu tertentu. Namun, rincian kesepakatan masih belum pasti. Beberapa jam setelah laporan Axios yang menyebut bahwa Trump mempertimbangkan pencairan dana 20 miliar dolar AS yang dibekukan, Trump membantah hal tersebut.
Tindakan Lanjutan
Presiden AS juga menyatakan bahwa pihaknya akan membantu mengembangkan gencatan senjata Lebanon-Israel menjadi kesepakatan yang berkelanjutan. "Kita tidak akan terus mengebom Lebanon dan kita tidak akan membiarkan pihak lain melakukannya. Kita akan memperbaiki Lebanon," ujar Trump. Dalam wawancara terpisah dengan CBS News, Trump memastikan bahwa Iran telah "menyetujui segalanya" dan akan bekerja sama dengan AS dalam menyingkirkan uranium diperkaya yang dimilikinya. Ia menegaskan bahwa personel AS tidak akan dikerahkan dalam operasi tersebut, dan tugas akan dilakukan oleh "orang-orang kita".
"Orang-orang kita, bersama pihak Iran, akan bekerja bersama untuk mengambilnya, dan kita kemudian akan membawanya pulang ke AS," tambahnya.
Penolakan Iran
Namun, klaim Trump bertentangan dengan pernyataan pemerintah Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa pemindahan uranium yang diperkaya ke luar negeri tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa kesepakatan hanya akan dicapai jika hak dan kepentingan Iran terjamin termasuk uranium yang diperkaya. Selain itu, kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan pada negara juga akan menjadi elemen penting dalam negosiasi.
Baqaei juga memperingatkan bahwa Iran akan mengambil tindakan balasan jika pihak lain gagal memenuhi komitmennya. Dalam kesempatan terpisah, ia menyoroti adanya kebingungan dari pejabat Amerika Serikat terkait Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai jalur perairan itu ditentukan oleh kondisi di lapangan, bukan oleh narasi media.
Baqaei menambahkan bahwa lalu lintas kapal sipil melalui selat tersebut diizinkan sesuai dengan keputusan otoritas Iran yang relevan. Ia juga menyoroti bahwa pertemuan di Islamabad memperjelas titik temu dan garis merah, serta menegaskan bahwa tidak ada ambiguitas dalam negosiasi.