
Presiden AS Tunda Pengiriman Delegasi ke Pakistan
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara mendadak membatalkan rencana pengiriman delegasi tingkat tinggi ke Islamabad, Pakistan. Rencana ini sebelumnya diumumkan sebagai langkah untuk mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan guna melakukan negosiasi dengan Iran.
Namun, tiba-tiba, Trump membatalkan rencana tersebut karena merasa tidak ingin menghabiskan waktu utusannya untuk pembicaraan yang dinilai tidak bermanfaat. Ia menegaskan bahwa posisi AS saat ini sangat kuat dalam negosiasi, sehingga tidak perlu terburu-buru untuk mencari kesepakatan dengan pihak Iran.
“Saya katakan kepada tim saya saat mereka sedang bersiap-siap berangkat, 'Tidak, jangan pergi'. Tidak perlu terbang 18 jam ke sana hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak ada gunanya,” ujar Trump, seperti dikutip dari Fox News.
Trump juga menekankan bahwa AS memegang semua kartu kendali dalam situasi ini. Menurutnya, Iran bisa menelepon AS kapan saja jika mereka ingin berbicara. Namun, hingga saat ini, Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan melakukan komunikasi langsung dengan pihak AS.
Pertemuan Menteri Luar Negeri Iran dengan Pakistan
Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah tiba di Pakistan sejak Jumat (24/4/2026) untuk bertemu dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Namun, Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak ingin duduk satu meja dengan AS dalam perundingan apapun. Ia hanya ingin menyampaikan poin-poin krusial atau "pertimbangan" mereka ke Pakistan agar konflik bersenjata antara AS dan Israel benar-benar bisa berakhir.
Delegasi Iran juga menyampaikan daftar tuntutan resmi mereka untuk mengakhiri perang AS-Israel kepada para pemimpin Pakistan sebelum berangkat. Hal ini dilaporkan oleh Osama Bin Javiad dari Al Jazeera pada Sabtu (25/4/2026).
Safari Diplomasi Iran ke Oman dan Rusia
Setelah dari Pakistan, Araghchi melanjutkan safari diplomatiknya ke Oman pada Sabtu (25/4/2026). Tur diplomatik ini dilakukan di tengah meningkatnya tensi ketegangan di kawasan. Selain Pakistan dan Oman, Araghchi dijadwalkan akan menyambangi Rusia untuk menggalang koordinasi dengan negara-negara mitra strategis Iran.
Tujuan kunjungan ini adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra mengenai masalah bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional. Araghchi juga menegaskan bahwa hubungan dengan negara tetangga adalah prioritas utama Teheran saat ini.
Fokus utama dalam pertemuan di Muscat diyakini masih berkaitan dengan situasi keamanan regional, khususnya menyangkut konflik Iran dengan AS dan Israel. Oman selama ini dikenal sebagai "jembatan" diplomasi yang sering memfasilitasi komunikasi antara Teheran dan Washington.
Kunjungan maraton ini dipandang sebagai upaya diplomasi proaktif Iran untuk mencari dukungan internasional sekaligus meredam potensi eskalasi perang yang lebih luas di kawasan tersebut.