Trump Waspadai Pasok Senjata ke Iran dari Cina

Trump Waspadai Pasok Senjata ke Iran dari Cina

Trump Waspadai Pasok Senjata - Trump Waspadai Pasok Senjata ke Iran dari Cina pt 1
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras terhadap Tiongkok. Ia menegaskan bahwa Tiongkok akan menghadapi masalah besar jika terlibat dalam pengiriman senjata ke Iran. Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang sangat rentan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran setelah beberapa pekan konflik yang berlangsung cukup intens.

Gencatan senjata yang diumumkan setelah enam minggu pertempuran sebenarnya tidak sepenuhnya stabil. Perundingan yang dilakukan oleh Pakistan di Islamabad pada 11 April 2026 gagal mencapai kesepakatan, sehingga memicu kekhawatiran bahwa konflik bisa kembali pecah.

Respons atas Laporan Intelijen

Peringatan Trump disampaikan saat ia menjawab pertanyaan jurnalis mengenai laporan kemungkinan Tiongkok mengirim sistem pertahanan udara ke Iran. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Tiongkok berpotensi mengirimkan senjata ke Iran dalam beberapa pekan mendatang. Selain itu, laporan juga menyebut bahwa Iran memanfaatkan jeda konflik untuk memperkuat sistem pertahanan udaranya.

Trump menanggapi dengan tegas. Ia mengatakan, “Jika Tiongkok melakukan hal itu, maka Tiongkok akan menghadapi masalah besar.” Pernyataannya ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara AS dan Tiongkok.

Dugaan Jalur Pengiriman Senjata

Ada indikasi bahwa Tiongkok berusaha menyamarkan asal senjata yang dikirimkan dengan melalui negara ketiga. Sistem yang dimaksud adalah rudal anti-pesawat yang diluncurkan dari bahu atau sistem pertahanan udara portabel. Dalam konflik sebelumnya, senjata jenis ini dinilai menjadi ancaman bagi pesawat militer AS yang terbang rendah. Jika gencatan senjata runtuh, risiko tersebut diperkirakan kembali muncul.

Laporan lain yang diterbitkan oleh Anadolu juga menyebut bahwa intelijen AS mengindikasikan kemungkinan Tiongkok memasok sistem pertahanan udara baru ke Iran dalam waktu dekat, meskipun gencatan senjata masih berlaku.

Bantahan Pihak Cina

Pemerintah Tiongkok membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa Tiongkok tidak pernah memberikan senjata kepada pihak mana pun dalam konflik ini. "Informasi tersebut tidak benar," kata juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington.

Ia menambahkan bahwa sebagai negara besar yang bertanggung jawab, Tiongkok secara konsisten memenuhi kewajiban internasionalnya. "Kami mendesak pihak Amerika Serikat untuk tidak membuat tuduhan tanpa dasar, mengaitkan hal-hal secara tidak berdasar, serta melakukan sensasionalisasi. Kami berharap pihak-pihak terkait dapat berbuat lebih banyak untuk meredakan ketegangan," ujar perwakilan Tiongkok tersebut.

Situasi Terkini

Gencatan senjata selama dua minggu mulai berlaku pada Rabu lalu setelah konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026. Otoritas Iran melaporkan hampir 3.000 orang tewas. Di pihak Amerika Serikat, sedikitnya 13 personel militer tewas dan puluhan lainnya terluka. Konflik juga mengganggu Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia.