
Upacara Adat Peresmian Tugu Hutauruk di Desa Hutagurgur
Ribuan orang dari kalangan keturunan Donda Ujung Hutauruk hadir dalam upacara adat peresmian Tugu Hutauruk yang berlangsung di Desa Hutagurgur, Sipoholon, Tapanuli Utara pada 24 Oktober 2025. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat dan para perantau yang hadir untuk merayakan keberadaan tugu yang memiliki makna sejarah dan budaya yang mendalam.
Ritual adat yang digelar terasa sangat sakral saat rombongan Boru Sianipar membelah kerumunan massa dengan membawa kerbau sebagai bentuk persembahan kepada Hutauruk sebagai hula-hula. Prosesi ini menunjukkan kedekatan antara masyarakat dan leluhur mereka, serta memberikan kesan khusus pada acara tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tidak hanya itu, hadir juga rombongan Pasaribu yang bertindak sebagai Tulang dan Dongan Tubu Sibagariang, Simanungkalit, Situmeang, dan Marbun. Kehadiran mereka menambah semaraknya acara yang dipenuhi oleh para tamu undangan dan masyarakat setempat.
Bupati Taput JTP Hutabarat dan Wakil Bupati Deni Lumbantoruan turut hadir dalam acara tersebut. Saat mengucapkan sambutan, Bupati menyampaikan kata-kata sambutan yang hangat kepada para perantau yang berasal dari Jakarta, Batam, Palembang, Medan, dan Siantar.
Acara semakin meriah ketika masing-masing perwakilan daerah memberikan satti satti atau persembahan. Kota Medan menyerahkan dana sebesar Rp 25 juta, sementara keturunan Hutauruk Hapal Tua menyerahkan seekor kerbau. Selanjutnya, keturunan Hutauruk Datu Jarangar memberikan dana sebesar Rp 52 juta. Daerah-daerah lain juga ikut serta, meskipun detail jumlah persembahan tidak dapat disebutkan secara rinci oleh jurnalis Tribun Medan.
Sebagai simbolis peresmian, Bupati JTP Hutabarat menandatangani prasasti peresmian. Diikuti oleh Ketua Pembangunan Charles Hutauruk, Wakil Ketua Agustinus Hutauruk, dan Penasihat Marada Hutauruk. Prosesi ini menandai awal dari penggunaan Tugu Hutauruk sebagai tempat perayaan dan peringatan budaya.
Pembangunan Tugu Hutauruk berlangsung selama tiga tahun dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar. Tugu dibangun di perbukitan Desa Hutagurgur Sipoholon. Masyarakat harus mendaki sejauh 200 meter untuk sampai ke lokasi tugu, yang menunjukkan usaha besar dalam membangun monumen ini.
Tugu Hutauruk termasuk salah satu tugu terindah di Tapanuli Utara. Selain desain yang kaya akan filosofi, di lokasi ini juga dinaikkan 'makam Donda Ujung Hutauruk dan Istrinya Boru Pasaribu'. Makam tersebut diposisikan persis di depan Tugu Hutauruk, menambah nilai sejarah dan spiritual dari tempat ini.
Setelah peresmian ini, direncanakan setiap lima tahun akan ada Upacara Adat Hutauruk se-Dunia di lokasi tugu. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang pemersatu dan pelestarian budaya bagi keturunan Donda Ujung Hutauruk di berbagai wilayah.