Tulis dengan Darah Sendiri, Ini Isi Pesan Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 16x dilihat
Tulis dengan Darah Sendiri, Ini Isi Pesan Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Ditetapkan sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum

FN, pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025), ditetapkan sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH). Peristiwa tersebut menimbulkan kekacauan dan keterkejutan di kalangan masyarakat. Dalam peristiwa ini, FN diduga sengaja menyalakan bahan peledak di sejumlah lokasi di sekolah tersebut.

Sebelum meledakan bom, FN diduga menuliskan pesan menggunakan darahnya sendiri di secarik kertas. Kertas itu ditemukan di dekat tubuhnya yang tak berdaya akibat ledakan. Di sekitar tubuhnya, polisi menemukan senjata mainan laras panjang, pistol, beberapa bom rakitan yang belum sempat diledakkan, serta secarik kertas berlumur darah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tulisan pada kertas tersebut terdiri dari satu kata dengan huruf besar berwarna merah, yakni "DIE". Tulisan ini diduga dibuat oleh F menggunakan darahnya sendiri sebelum menyalakan bom di dekat kepala. Meskipun demikian, hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan motif pasti di balik tindakan FN.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait maksud yang bersangkutan melakukan itu. Saat ini kami kedepankan pemulihan kesehatan dan psikologisnya,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).

Ledakan di Sekolah

Sebelum peristiwa utama, dua bom remote telah meledak di area masjid sekolah saat Salat Jumat berlangsung. Ledakan kedua terjadi di lokasi tempat FN ditemukan luka, menggunakan sumbu. Hal ini menyebabkan luka di bagian kepala FN.

Selain itu, ledakan ketiga yang terjadi di area bank sampah sekolah berasal dari bom sumbu rakitan buatan FN sendiri. FN kini tengah menjalani perawatan intensif usai operasi di bagian kepala. Ledakan tersebut menyebabkan luka serius hingga harus menjalani operasi di rumah sakit.

Investigasi dan Penyelidikan

Tim penyidik juga menurunkan psikolog untuk melakukan asesmen kondisi kejiwaan serta menggali kemungkinan motif di balik aksinya. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, Tim Densus 88 Antiteror Polri menemukan total tujuh bom rakitan di lingkungan sekolah. Dua di antaranya meledak di masjid, satu di area baca, dan empat lainnya di sekitar bank sampah.

“Semua bom dirakit sendiri. Pelaku mempelajari cara merakitnya dari internet,” ungkap Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana.

Meski belum ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain, penyidik tetap menelusuri potensi adanya pengaruh dari jejaring digital ekstremisme yang bisa mendorong aksi tersebut.

Pengaruh Digital dan Inspirasi dari Luar Negeri

Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana menyebut pelaku sering mengunjungi komunitas daring yang menampilkan foto atau video orang meninggal dunia. Bahkan komunitas yang ia kunjungi ada di forum dan situs-situs gelap.

Foto orang yang meninggal dunia di komunitas tersebut adalah korban pembunuhan hingga perang. “Biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya,” jelasnya. Mayndra tidak menyebutkan nama komunitas yang kerap dikunjungi tersebut. Kendati demikian, dia menuturkan bahwa hal itu dilakukan setahun terakhir.

"Sejak tahun ini," ungkap Mayndra.

Pelaku juga terinspirasi dari pelaku-pelaku penembakan di luar negeri. Bahkan ia menuliskan nama-nama pelaku penembakan di luar negeri pada senjata mainan yang dibawa saat beraksi. Densus 88 kemudian merinci 6 nama pelaku penembakan yang ditulis siswa ABH pada senjata mainan yang dibawa saat beraksi.

  • Tiga nama yang ditulis di mainan pelaku yakni Alexandre Bissonnete, pelaku penembakan di Quebec City pada 29 Januari 2017.
  • Kemudian ada Luca Traini pelaku penembakan enam migran asal Afrika di Kota Macerata pada Februari 2018.
  • Lalu Brenton Harrison Tarrant, pelaku penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru pada 15 Maret 2019.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan