Tunda Pembelian Pesawat Baru, Garuda Fokus Perbaikan Armada yang Tidak Terpakai

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Tunda Pembelian Pesawat Baru, Garuda Fokus Perbaikan Armada yang Tidak Terpakai

Penundaan Pembelian Pesawat Baru Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), atau lebih dikenal sebagai Garuda Indonesia, mengambil keputusan untuk menunda pembelian unit-unit pesawat baru. Alih-alih memperluas armada dengan pesawat baru, perusahaan lebih memilih fokus pada perbaikan dan pengelolaan pesawat yang sudah ada.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menjelaskan bahwa sebelumnya perusahaan telah menandatangani MoU pemesanan empat pesawat. Namun, dari seluruh rencana tersebut, hanya satu unit yang telah dibayarkan uang muka. Sementara itu, tiga pesawat lainnya resmi ditunda.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“MoU ada empat pesawat, baru satu yang DP. Tiga sisanya kami tunda dulu, karena prioritasnya perbaikan armada,” kata Glenny, dikutip Jumat (14/11/2025).

Perbaikan Pesawat agar Tidak Terus Membebani Keuangan Garuda

Keputusan ini menunjukkan komitmen Garuda Indonesia dalam melakukan perbaikan yang konsisten sejak masuknya skema penyelamatan pemerintah dan BPI Danantara.

Meskipun Danantara setuju untuk memberikan modal sebesar Rp23,67 triliun, Glenny cukup hati-hati dalam menggunakan dana tersebut. Menurutnya, penyelamatan Garuda harus dimulai dari sektor operasional yang selama ini menjadi beban keuangan.

“Kalau tidak diperbaiki, biaya tetap jalan terus,” ujar dia.

Glenny memperkirakan bahwa proses pemulihan penuh akan membutuhkan waktu dua tahun hingga Garuda kembali mencetak laba.

Garuda Pastikan Tidak Membatalkan Rencana Ekspansi

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Sugiarto Oentoro, menambahkan bahwa seluruh rencana ekspansi saat ini sedang dihitung ulang. Adanya posisi baru Direktur Transformasi yang dijabat Neil Raymond Mills membuat evaluasi armada dan jaringan rute dilakukan lebih ketat.

“Bukan dibatalkan, tapi sebagian akan kami tunda sampai analisisnya final,” kata Thomas.

Banyaknya Pesawat yang Nganggur Jadi Beban Keuangan Garuda

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengungkapkan bahwa banyaknya pesawat yang tidak bisa terbang alias grounded telah membebani keuangan Garuda Indonesia.

Managing Director Danantara Febriany Eddy mengatakan, saat ini ada puluhan armada dalam kondisi grounded, baik milik maskapai Garuda Indonesia maupun Citilink. Adapun jumlah terbanyak berasal dari Citilink.

"Kalau pesawat grounded, di airlines itu dia double hit. Karena dia grounded, dia tidak punya revenue, tidak ada pendapatan, karena dia tidak bisa terbangkan. Di satu sisi, sewa pesawatnya jalan terus, fixed cost-nya jalan terus," ujar dia.

Hingga kuartal III-2025, Garuda Indonesia mencatatkan kerugian 182,53 juta dolar AS atau sekitar Rp3,03 triliun (kurs Rp16.650 per dolar AS), naik 39,3 persen dibanding periode sama di tahun lalu yang rugi 131,22 juta dolar AS atau sekitar Rp2,18 triliun.

Masalah Keuangan yang Berkepanjangan

Kondisi keuangan Garuda Indonesia terus mengalami tekanan akibat berbagai faktor, termasuk penundaan pembelian pesawat baru dan jumlah pesawat yang tidak digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan membutuhkan strategi yang lebih efektif dalam mengelola aset dan operasional.

Dengan adanya dukungan dari BPI Danantara, Garuda Indonesia memiliki peluang untuk memperbaiki situasi keuangan. Namun, langkah-langkah yang diambil harus benar-benar tepat dan berkelanjutan agar dapat membawa perusahaan kembali stabil.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan