
aiotrade, JAKARTA - Pemerintah akan menaikkan tunjangan bagi guru honorer pada tahun depan. Selain itu, pemerintah juga berencana menambah kuota guru honorer dan ASN yang mendapatkan beasiswa kuliah S1 atau D4 dengan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa insentif untuk guru honorer akan naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu per bulan mulai Januari 2026. Penambahan ini sudah mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI dan Kementerian Keuangan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Insentif guru honorer naik menjadi 400 ribu per bulan mulai tahun 2026. Dananya sudah disetujui oleh DPR RI dan Kemenkeu," kata Mendikdasmen Mu'ti dalam taklimat media, Rabu (22/10).
Menurutnya, tahun ini pemerintah telah menyalurkan dana insentif bagi guru honorer. Dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 300 ribu per bulan selama 7 bulan dan ditransfer sekaligus. Artinya, setiap guru honorer menerima total 2,1 juta rupiah. Sebanyak 341.248 guru honorer telah menerima dana insentif tersebut.
"Mekanisme pencairan dana insentif ini langsung ke rekening masing-masing guru honorer. Jadi, tidak lagi melalui rekening Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten/kota," jelasnya.
Selain itu, pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp 2 juta/bulan untuk guru non-ASN dan satu bulan gaji pokok bagi guru ASN juga akan diubah. Mulai Maret 2025, TPG akan langsung ditransfer ke rekening guru setiap bulan. Sebelumnya, tunjangan ini ditransfer setiap 3 bulan melalui pemda.
Terkait beasiswa kuliah untuk guru honorer maupun ASN yang belum memiliki gelar D4/S1, Menteri Mu'ti menyampaikan bahwa tahun ini sebanyak 2.500 guru dan tenaga pendidik sudah memulai kuliah dengan beasiswa sebesar Rp 3 juta per semesteran.
Tahun depan, pemerintah akan memberikan 150 ribu beasiswa bagi guru honorer dan ASN yang belum memiliki gelar D4/S1. Beasiswa ini akan diberikan melalui sistem RPL, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar bagi mereka yang telah berpengalaman dalam bidang pendidikan tetapi belum memiliki ijazah formal.
Beberapa manfaat dari program ini antara lain:
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan
- Memberikan kesempatan bagi guru honorer dan ASN untuk melanjutkan pendidikan
- Meningkatkan kesejahteraan dan motivasi guru
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sistem pendidikan nasional dan membantu guru dalam menjalankan tugasnya secara lebih optimal.