
Tunku Ismail Sultan Ibrahim Menyatakan FAM Harus Bertanggung Jawab Atas Sanksi FIFA
Salah satu tokoh penting dalam proyek naturalisasi Timnas Malaysia, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, menyoroti bahwa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) harus mengambil tanggung jawab atas sanksi yang diberikan oleh FIFA. Penyebab sanksi ini adalah dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Akibat dari sanksi ini, Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, ditangguhkan dari jabatannya. Namun, Tunku Ismail tidak setuju dengan tindakan tersebut. Ia berpandangan bahwa Sekjen FAM tidak seharusnya menjadi kambing hitam atas masalah ini.
"Saya tidak setuju dengan penangguhan Sekretaris Jenderal FAM," ujar Tunku Ismail dilansir dari media Malaysia, New Straits Times. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab harus dibagi secara bersama-sama.
"Dalam proyek ini, banyak orang terlibat, dan semua orang harus bertanggung jawab, termasuk CEO (Rob Friend), pihak administrasi, semuanya," jelasnya. Menurutnya, alih-alih saling menyalahkan, masyarakat sepak bola Malaysia harus mencari solusi terbaik untuk tim nasional.
Tunku Ismail juga yakin bahwa FIFA tidak akan membatalkan sanksi terhadap Malaysia. FAM telah mengajukan banding, dan hasilnya akan diketahui pada 30 Oktober mendatang. "Saya rasa FIFA tidak akan mengubah keputusan mereka," katanya. Meskipun demikian, ia percaya FIFA mungkin akan meringankan beban, tetapi kemungkinan besar akan memberikan denda, mengurangi poin dari tim nasional, atau bahkan melarang para pemain.
"Berapa lama? Kita tidak tahu," tambahnya. Tunku Ismail menekankan bahwa para pemain sejatinya tidak bersalah dan tidak pantas menerima hukuman akibat kesalahan administratif. "Apa pun yang terjadi, kami akan memperjuangkan ini secara hukum dan, jika perlu, mengajukannya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Para pemain tidak bersalah dan kami tidak akan meninggalkan mereka."
Kesalahan Administrasi yang Terjadi
Tunku Ismail menilai bahwa ada kesalahan administrasi dalam proses pengajuan dokumen pemain naturalisasi. Ia menekankan bahwa dokumen tersebut telah disetujui melalui jalur resmi pemerintah. Menurutnya, masalah yang menyebabkan intervensi FIFA kemungkinan besar bersifat prosedural.
"Terkait keabsahan para pemain, semuanya sudah sesuai dan disetujui oleh pemerintah," ujarnya. "Masalahnya bukan pemalsuan, ini kesalahan teknis dalam pengajuan. Setahu saya, para pemain adalah warga negara Malaysia berdasarkan konstitusi kami."
FAM dinilai melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait pemalsuan dokumen. Kasus ini menyangkut tujuh pemain naturalisasi, antara lain:
- Gabriel Felipe Arrocha
- Facundo Tomas Garces
- Rodrigo Julian Holgado
- Imanol Javier Machuca
- Joao Vitor Brandao Figueiredo
- Jon Irazabal Iraurgui
- Hector Alejandro Hevel Serrano
Dengan situasi ini, Tunku Ismail menegaskan bahwa FAM harus bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, bukan hanya Sekretaris Jenderal. Ia berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk mencari solusi terbaik bagi sepak bola Malaysia.