
Pelaku Pembacok Balita di Bengkulu Selatan Selesai Jalani Observasi
Pria berinisial JN (33) yang diduga melakukan pembacokan terhadap balita hingga tewas di Desa Tanjung Tebat, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, telah selesai menjalani observasi di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Bengkulu. Pemeriksaan observasi ini dilakukan selama dua minggu.
Saat ini, pelaku JN telah dibawa kembali ke Mapolres Bengkulu Selatan untuk menunggu hasil evaluasi dari pihak RSKJ. Hasil observasi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap pelaku.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Awilzan melalui Kasat Reskrim Iptu M Akhyar mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu laporan dari dokter RSKJ sebelum melanjutkan proses hukum.
“Untuk hasilnya kita menunggu dokter RSKJ Bengkulu dulu, baru setelah selesai disampaikan hasil dan rapat bersama akan kita lakukan tahapan selanjutnya,” ujar Akhyar.
Sosok Pelaku dan Reaksi Warga
Menurut informasi dari warga sekitar, pelaku JN tinggal sendirian di rumahnya karena keluarganya sudah tidak lagi tinggal di sana. Pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa yang muncul pada waktu-waktu tertentu. Saat tidak sedang kambuh, ia dapat beraktivitas seperti orang normal.
Namun, saat gangguannya kambuh, pelaku sering mengamuk dan marah tanpa sebab. Warga menyebut pelaku sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
“Dia ini ODGJ kalau lagi terkena saja. Kalau tidak terkena, masih melakukan aktivitas seperti orang biasanya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Warga sekitar menolak jika pelaku kembali tinggal di rumahnya. Mereka khawatir peristiwa serupa bisa terulang kembali dan membahayakan lingkungan sekitar.
“Kami sebagai warga menolak pelaku tinggal di sini. Silakan keluarganya untuk mengurus pelaku atau bagaimana baiknya. Yang jelas kami tidak mau pelaku tinggal lagi di sini,” tegas warga.
Penanganan Oleh Dinas Sosial
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bengkulu Selatan, Benni Safutra, membenarkan bahwa pelaku merupakan ODGJ berdasarkan laporan dari pendamping sosial dan warga sekitar.
“Pelaku ini sudah pernah dua kali kita antar ke RSKJ Bengkulu untuk mendapat perawatan,” ungkap Benni.
Benni menambahkan bahwa Dinas Sosial akan terus siap mendampingi pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Untuk saat ini, pelaku masih ditangani oleh Polres Bengkulu Selatan.
“Tugas kita di Dinsos sebagai pendamping sosial untuk rehabilitasi jiwa dan mental,” jelas Benni.
Kronologi Kejadian
Penangkapan pelaku dilakukan oleh Tim Totaici Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu Selatan. Pelaku berhasil diamankan setelah dilakukan penyisiran di area persawahan dan perkebunan sawit sekitar lokasi kejadian.
Kejadian bermula saat ibu korban, Risi Wulandari (39), tengah mengangkat jemuran di belakang rumah. Tiba-tiba pelaku datang dan menyerang dengan senjata tajam. Korban sempat berteriak minta tolong, hingga kedua anaknya berlari ke arah belakang rumah.
Namun, saat pelaku mengejar ibunya, kedua anak tersebut ikut diserang hingga mengalami luka serius. Korban Alfathir meninggal dunia akibat serangan tersebut.
Melihat situasi itu, warga sekitar segera membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pihak polisi langsung mencari pelaku setelah menerima laporan dan melakukan pencarian di wilayah persawahan dan perkebunan sawit sekitar Desa Tanjung Tebat.
Pelaku berhasil diamankan saat berada di rumahnya. Saat penggerebekan, pelaku sempat berupaya menggapai senjata tajam di samping tubuhnya, namun berhasil disergap dengan cepat oleh petugas.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan satu bilah senjata tajam berbentuk pisau sepanjang sekitar 45 sentimeter yang diduga digunakan pelaku dalam aksinya.
Balita 2,5 Tahun Tewas
Sebelumnya diberitakan, seorang balita berusia 2,5 tahun di Desa Tanjung Tebat, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, tewas dibacok pada Minggu (19/10/2025) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa tragis ini dibenarkan oleh Kapolsek Manna, Ipda Edo Ardo.
Ia menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu Selatan masih memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian tersebut. Menurut informasi yang diterima, pelaku kabur ke arah hutan di sekitar lokasi kejadian serta area persawahan warga yang berada di belakang rumah korban.
“Iya, kejadian itu benar sekira pukul 15.00 WIB. Saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur ke hutan bersama Tim Buser dari Polres Bengkulu Selatan,” ujar Kapolsek Ipda Edo.
Edo menjelaskan, saat kejadian korban tidak sendirian, melainkan bersama ibu dan kakaknya. Sementara sang ayah sedang tidak berada di rumah karena sedang bekerja di kebun.
“Informasi awal yang kami terima, ayah korban memang sedang di kebun. Laporan pertama kami dapatkan dari pihak kepala desa,” ungkap Kapolsek Ipda Edo.
Dari informasi yang diperoleh, pelaku diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tinggal tidak jauh dari rumah korban. Selain balita tersebut, ibu dan kakak korban juga menjadi korban pembacokan oleh pelaku. Keduanya telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.