Turun Rp40 M, RSUD Buleleng Capai 90 Persen Pendapatan

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 28x dilihat
Turun Rp40 M, RSUD Buleleng Capai 90 Persen Pendapatan
Turun Rp40 M, RSUD Buleleng Capai 90 Persen Pendapatan

Penurunan Pendapatan RSUD Buleleng di Tahun 2026

Pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng diproyeksikan mengalami penurunan sebesar Rp40 miliar lebih pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi kinerja keuangan rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa, menyampaikan bahwa target pendapatan untuk tahun 2025 mencapai Rp257 miliar. Namun, target ini dinilai terlalu tinggi, sehingga pada akhirnya hanya sekitar 90 persen dari target tersebut yang berhasil direalisasikan dalam sisa waktu dua bulan ke depan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut dr. Suteja, penurunan proyeksi pendapatan tidak lepas dari target yang terlalu tinggi pada tahun 2025. Selain itu, persaingan antar rumah sakit yang semakin ketat juga menjadi salah satu faktor penyebabnya.

"Sekarang fasilitas layanan kesehatan semakin banyak. Sehingga otomatis berdampak ke kami," ujarnya, Selasa (11/11).

Diketahui, target pendapatan RSUD Buleleng pada tahun 2026 turun menjadi Rp210 miliar, atau turun sebesar Rp40 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mendapat perhatian khusus dari DPRD Buleleng.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng, Ni Kadek Turkini, menyampaikan bahwa pihaknya ingin mengetahui pos-pos mana saja yang memengaruhi penurunan pendapatan tersebut. Ia menegaskan, pihak dewan tidak ingin penurunan pendapatan ini berdampak negatif terhadap pelayanan masyarakat.

"Walaupun ada penurunan proyeksi pendapatan, kami sampaikan dengan Dirut baru pelayanan harus tetap optimal. Karena kesehatan adalah kebutuhan pokok," tegasnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Pendapatan

Berikut beberapa faktor yang disebutkan sebagai penyebab penurunan pendapatan RSUD Buleleng:

  • Target yang terlalu tinggi
    Target pendapatan tahun 2025 dianggap terlalu tinggi, sehingga sulit untuk dicapai secara penuh. Hal ini menyebabkan penurunan proyeksi pendapatan pada tahun berikutnya.

  • Persaingan antar rumah sakit
    Semakin banyaknya fasilitas layanan kesehatan di wilayah Buleleng membuat persaingan semakin ketat, yang berdampak pada jumlah pasien dan pendapatan rumah sakit.

  • Perubahan pola penggunaan layanan kesehatan
    Masyarakat semakin memilih layanan kesehatan swasta atau rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

  • Kenaikan biaya operasional
    Biaya operasional rumah sakit yang meningkat juga turut memengaruhi kinerja keuangan, terutama jika pendapatan tidak sesuai harapan.

Langkah yang Diambil oleh RSUD Buleleng

Untuk menghadapi situasi ini, RSUD Buleleng telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk:

  • Meningkatkan efisiensi operasional
    Rumah sakit berupaya meminimalkan pengeluaran yang tidak perlu dan meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.

  • Memperkuat kerja sama dengan pihak lain
    Kolaborasi dengan instansi pemerintah dan organisasi kesehatan lainnya dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

  • Meningkatkan kualitas layanan
    Dengan adanya perubahan kepemimpinan, fokus utama adalah menjaga kualitas layanan agar tetap optimal meskipun pendapatan turun.

Peran DPRD Buleleng

DPRD Buleleng juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi keuangan RSUD Buleleng. Mereka berharap agar penurunan pendapatan tidak mengganggu kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan