Turunkan Kemiskinan, Pemkab Malang Kembangkan Pertanian Bersama Swasta

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 30x dilihat
Turunkan Kemiskinan, Pemkab Malang Kembangkan Pertanian Bersama Swasta

Pemkab Malang Berupaya Mempercepat Penurunan Angka Kemiskinan Melalui Sektor Pertanian

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di daerah tersebut. Saat ini, angka kemiskinan di Kabupaten Malang masih mencapai 8,78%. Dalam upaya mengatasi masalah ini, Pemkab Malang bekerja sama dengan pemerintah pusat dan sektor swasta.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi fokus pengembangan ekonomi karena kontribusi yang signifikan terhadap angka kemiskinan. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak dalam menggarap sektor pertanian.

"Kami menggandeng Bappenas untuk mengentaskan masalah kemiskinan di tiga desa di Poncokusuma," kata Tomie dalam acara Media Impact Visit 2025 - Empower Academy di Malang, Selasa (11/11/2025).

Dana APBD untuk Pengembangan Pertanian

Pemkab Malang sebelumnya mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp90 miliar untuk mengembangkan sektor pertanian. Namun setelah adanya kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD), dana tersebut dipangkas menjadi hanya Rp20 miliar.

Sektor pertanian yang banyak ditangani dalam pengembangan ini meliputi aspek bibit dan perbaikan saluran irigasi. Karena keterbatasan dana APBD, salah satu solusinya adalah dengan menggandeng pemerintah pusat, khususnya Bappenas.

Bappenas diundang untuk memetakan masalah pengembangan sektor pertanian agar bisa membantu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Malang. Dari hasil kajian tersebut, diminta bantuan dari Kementerian/Lembaga (K/L) untuk membantu kebutuhan saprodi dan membangun infrastruktur sektor pertanian.

Keterlibatan Sektor Swasta

Selain itu, keterlibatan sektor swasta juga sangat penting dalam membangun sektor pertanian untuk meningkatkan ekonomi daerah dan mempercepat upaya mengentaskan kemiskinan.

Salah satu contohnya adalah program Empower Agri oleh Bentoel Group. Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelompok tani Puspa Agraria dan BUMDes Puspa Nagari.

"Pertanian yang dikembangkan adalah tanaman hortikultura, berupa melon. Namun model pengembangannya bisa dikembangkan ke daerah lain dengan komoditas tanaman yang berbeda," ujar Tomie.

Program Empower Academy

Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti, menjelaskan bahwa Empower Academy Kabupaten Malang adalah program inkubasi bisnis yang menargetkan masyarakat rural untuk mendukung pengembangan ekonomi pedesaan serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan vokasi dan pengembangan usaha komunitas.

Pada tahun pertama, Empower Academy dilaksanakan di Desa Bedali Kecamatan Lawang, bekerja sama dengan Pemkab Malang. Program ini memiliki dua pilar utama, yaitu:

  • Empower Agri, berupa penguatan kapasitas kelompok tani Puspa Nagari melalui pelatihan agribisnis melon, pembangunan greenhouse edukasi dan rumah pembibitan, serta workshop vokasi agribisnis.
  • Empower Youth, berupa peningkatan kompetensi dan keterampilan kerja pemuda desa melalui pelatihan vokasi dan sertifikat kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kesuksesan dan Tantangan

Asisten Deputi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Manusia, Budhi Hidayat Laksana, menyebutkan bahwa musim panen melon menjadi simbol keberhasilan antara masyarakat BUMDes dan program Empower Academy Kabupaten Malang dalam memperkuat kapasitas petani serta tata kelola bisnis desa.

"Ini menunjukkan bahwa desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan pemberdayaan," ujarnya.

BUMDesa Puspa Nagari membuktikan bahwa badan usaha desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan model bisnis berkelanjutan. Menurutnya, melalui Empower Academy Kabupaten Malang, para pelaku desa diharapkan mendapatkan pendampingan dalam aspek kewirausahaan, manajemen produksi, pemasaran digital, hingga penguatan jejaring kemitraan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan