
Kerja Sama Pemerintah Daerah, Pusat, dan Swasta untuk Pengembangan Pertanian
Pemerintahan Kabupaten Malang terus berupaya mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan yang masih mencapai 8,78%. Sebagai bagian dari upaya ini, Pemkab Malang bekerja sama dengan pemerintah pusat, khususnya Bappenas, serta sektor swasta. Tujuannya adalah untuk memperkuat sektor pertanian yang dianggap menjadi penyumbang signifikan terhadap angka kemiskinan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi fokus utama pengembangan ekonomi daerah karena peran pentingnya dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Menurutnya, kerja sama antara pihak-pihak terkait diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut.
"Kami menggandeng Bappenas untuk mengentaskan masalah kemiskinan di tiga desa di Poncokusuma," ujarnya dalam acara Media Impact Visit 2025 - Empower Academy di Malang, Selasa (11/11/2025).
Dalam rangka pengembangan sektor pertanian, Pemkab Malang sebelumnya telah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp90 miliar. Namun, setelah adanya kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD), alokasi dana tersebut dipangkas menjadi hanya Rp20 miliar. Meskipun begitu, dana tersebut digunakan untuk pengembangan sektor pertanian, khususnya dalam hal bibit tanaman dan perbaikan saluran irigasi.
Tomie menyatakan bahwa keterbatasan dana APBD menjadi alasan utama untuk menggandeng pemerintah pusat, seperti Bappenas, dalam memetakan masalah pengembangan sektor pertanian. Dari hasil kajian tersebut, kemudian diminta bantuan K/L untuk membantu kebutuhan saprodi dan pembangunan infrastruktur sektor pertanian.
Selain itu, keterlibatan sektor swasta juga menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan sektor pertanian. Contohnya adalah Bentoel Group yang melalui program Empower Agri memberikan penguatan kapasitas kelompok tani Puspa Agraria dan BUMDes Puspa Nagari.
"Pertanian yang dikembangkan tanaman hortikultura, berupa melon. Namun model pengembangannya, bisa dikembangkan ke daerah lain dengan komoditas tanaman yang berbeda," jelas Tomie.
Program Empower Academy untuk Meningkatkan Kapasitas Petani
Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti, menjelaskan bahwa Empower Academy Kabupaten Malang adalah program inkubasi bisnis yang ditujukan untuk masyarakat rural. Tujuan dari program ini adalah untuk mendukung pengembangan ekonomi pedesaan serta meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan vokasi dan pengembangan usaha komunitas.
Pada tahun pertama, Empower Academy dilaksanakan di Desa Bedali Kecamatan Lawang, bekerja sama dengan Pemkab Malang. Program ini memiliki dua pilar utama, yaitu:
- Empower Agri: Berupa penguatan kapasitas kelompok tani Puspa Nagari melalui pelatihan agribisnis melon, pembangunan greenhouse edukasi dan rumah pembibitan, serta workshop vokasi agribisnis.
- Empower Youth: Berupa peningkatan kompetensi dan keterampilan kerja pemuda desa melalui pelatihan vokasi dan sertifikat kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
Asisten Deputi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Manusia, Budhi Hidayat Laksana, menyampaikan bahwa musim panen melon menjadi simbol keberhasilan antara masyarakat BUMDes dan program Empower Academy Kabupaten Malang dalam memperkuat kapasitas petani serta tata kelola bisnis desa.
"Ini menunjukkan bahwa desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan pemberdayaan," katanya.
BUMDesa Puspa Nagari membuktikan bahwa badan usaha desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan model bisnis berkelanjutan. Menurutnya, melalui Empower Academy Kabupaten Malang, para pelaku desa diharapkan mendapatkan pendampingan dalam aspek kewirausahaan, manajemen produksi, pemasaran digital, hingga penguatan jejaring kemitraan.