
Perasaan Keluarga Soeharto atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional
Putri Presiden RI ke-2, Soeharto, yaitu Siti Hardijanti Hastuti atau dikenal dengan nama Tutut, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada ayahnya. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi besar Soeharto dalam pembangunan Indonesia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tutut mengatakan bahwa keputusan Presiden Prabowo menganugerahkan gelar tersebut berasal dari penilaian yang melihat rekam jejak dan perjuangan Soeharto sepanjang hidupnya. Ia menilai bahwa Presiden Prabowo memahami peran ayahnya karena memiliki latar belakang militer.
“Terima kasih banyak kepada Pak Presiden. Karena beliau tentara, jadi tahu apa yang telah dilakukan bapak. Tapi beliau juga melihat aspirasi masyarakat,” ujar Tutut saat berbicara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Ziarah untuk Menyambut Gelar Pahlawan Nasional
Sebagai bentuk syukur atas penganugerahan gelar tersebut, keluarga Tutut merencanakan ziarah ke makam Soeharto di Astana Giribangun. Mereka menyadari bahwa semua hal yang terjadi tidak akan terwujud tanpa izin Tuhan.
“Kami bersyukur kepada Allah. Kalau Allah tidak izinkan, semua ini tidak akan terjadi,” kata Tutut.
Ia juga menegaskan bahwa pro dan kontra yang muncul di masyarakat terkait penganugerahan gelar tersebut adalah hal wajar. Ini merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang ada di Indonesia.
“Pro kontra itu biasa, masyarakat Indonesia kan macam-macam. Yang penting kita melihat apa yang telah dilakukan Pak Harto dari sejak muda sampai beliau wafat, semua perjuangannya untuk masyarakat dan bangsa Indonesia,” ucap Tutut.
Tidak Ada Dendam terhadap Kritik
Tutut mengungkapkan bahwa pihak keluarga tidak memiliki dendam atau keberatan terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik atas keputusan tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga persatuan dan tidak bersikap ekstrem dalam menyikapi perbedaan pandangan.
"Kami keluarga tidak merasa dendam, karena kan kita negara kesatuan. Boleh saja kontra, tapi jangan ekstrem. Kita jaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
Latar Belakang Penganugerahan Gelar
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional bidang perjuangan kepada almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto dari Provinsi Jawa Tengah. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Dalam informasi yang dibacakan di Istana Negara Jakarta, disebutkan bahwa Jenderal Soeharto menonjol sejak masa kemerdekaan. Sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta, ia memimpin pelucutan senjata di Jepang, Kota Baru 1945.