Tutut Soeharto: Boleh Jadi Pahlawan, Tapi Jangan Ekstrem

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Tutut Soeharto: Boleh Jadi Pahlawan, Tapi Jangan Ekstrem

Tanggapan Tutut Soeharto terhadap Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Ayahnya

Tutut Soeharto, putri sulung dari Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto, memberikan respons terkait penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk ayahnya dalam upacara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025). Upacara tersebut turut dihadiri oleh adiknya, Bambang Trihatmodjo, sebagai perwakilan keluarga dalam prosesi kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setelah upacara selesai, Tutut mengungkapkan pandangan tentang pro-kontra masyarakat terhadap penganugerahan gelar tersebut. Ia menilai bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam sebuah masyarakat yang beragam.

“Masyarakat Indonesia itu kan macam-macam ya, ada yang pro ada yang kontra, itu wajar-wajar saja,” ujarnya. “Yang penting kan kita melihat apa yang telah dilakukan bapak saya dari sejak muda sampai beliau wafat, itu semua perjuangannya untuk bangsa dan negara, dan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Tutut juga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan meskipun ada perbedaan pandangan. Ia meminta masyarakat tidak terjebak dalam perbedaan ekstrem.

“Jadi boleh-boleh saja kok kontra, tapi juga jangan ekstrem. Yang penting kita jaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa keluarga besar Soeharto tidak merasa kecewa atau dendam terhadap pihak yang tidak setuju dengan penetapan gelar tersebut. Menurutnya, Indonesia adalah negara yang memiliki banyak perbedaan, sehingga semua orang bebas menyampaikan pendapat.

“Untuk yang kontra dan belum mendukung, kami keluarga tidak merasa dendam atau kecewa atau bagaimana. Memang kita kan negara Republik Indonesia, banyak macam-macamnya, jadi monggo-monggo saja,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Tutut juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan untuk menetapkan ayahnya sebagai salah satu dari sepuluh tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional 2025. Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada pemahaman Prabowo terhadap kiprah Soeharto baik sebagai prajurit maupun pemimpin bangsa.

“Terima kasih banyak atas keputusan beliau menentukan bapak sebagai pahlawan nasional. Karena beliau mungkin tentara juga, jadi tahu apa yang dilakukan bapak sejak dahulu kala. Tapi beliau juga menentukan itu melihat aspirasi dari masyarakat juga,” kata Tutut.

Ia menilai keputusan tersebut mencerminkan penghargaan negara terhadap perjuangan panjang Soeharto untuk persatuan dan pembangunan Indonesia. Putri sulung Soeharto itu juga menyerahkan sepenuhnya kepada publik untuk menilai jasa dan peran ayahnya dalam perjalanan sejarah bangsa.

“Yang bisa melihat kan masyarakat sendiri dan juga presiden. Dan tadi juga sudah saya sampaikan dengan adik saya, terima kasih kepada Bapak Presiden dan kepada masyarakat Indonesia, dan kepada seluruh yang telah mendukunglah,” tutur Tutut.

Upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional digelar di Istana Negara dan dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin.

Selain Soeharto, sembilan tokoh lainnya yang menerima gelar Pahlawan Nasional 2025 antara lain: * Abdurrahman Wahid (Gus Dur) * Marsinah * Sarwo Edhie Wibowo * Rahmah El Yunusiyyah * Mochtar Kusumaatmadja * Sultan Muhammad Salahuddin * Syaikhona Muhammad Kholil * Tuan Rondahaim Saragih * Zainal Abidin Syah

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan