
Presiden Prabowo Subianto Minta Dana Rp13 Triliun dari Korupsi Dialokasikan ke LPDP
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperhatikan isu penting terkait penggunaan dana sebesar Rp13 triliun yang berasal dari tindak pidana korupsi. Dana tersebut merupakan hasil penyerahan barang bukti sitaan dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya oleh Kejaksaan Agung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa sebagian dari dana tersebut dapat dialokasikan untuk beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia menilai bahwa uang yang berasal dari sisa efisiensi penghematan dan uang yang diperoleh dari koruptor perlu diinvestasikan untuk masa depan bangsa.
"Uang-uang dari sisa efisiensi penghematan, uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP, mungkin yang Rp13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung hari ini diserahkan ke Menteri Keuangan, mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya," ujarnya.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa dana Rp13 triliun tersebut akan digunakan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan beberapa program pendidikan yang sedang dilaksanakan, seperti pengembangan sekolah rakyat, sekolah unggulan SMA Garuda, serta perluasan beasiswa dan penambahan fakultas kedokteran.
Menurutnya, dana beasiswa LPDP perlu diperkuat agar Indonesia dapat mencetak lebih banyak generasi unggul yang berdaya saing global. Untuk mencapai hal tersebut, ia mengenalkan program Sekolah Garuda yang bertujuan untuk mengejar ketertinggalan soal pendidikan dari negara lain.
Menemukan Bakat di Seluruh Nusantara
Prabowo juga menyoroti pentingnya mencari anak-anak berbakat dari seluruh pelosok tanah air, tidak hanya dari kalangan menengah ke atas. Menurutnya, banyak anak dari keluarga sederhana yang memiliki kecerdasan luar biasa dan layak mendapat kesempatan belajar dengan beasiswa penuh.
"Kita (pemerintah, red) harus mencari mereka ini dan jangan anggap bahwa mereka itu anak-anak orang menengah ke atas, banyak anak orang bawah, orang miskin ternyata punya kecerdasan yang tinggi. Kita harus cari mereka,” paparnya.
Untuk itu, Presiden meminta agar pencarian siswa-siswa berbakat dilakukan secara kolaboratif antarkementerian, TNI, Polri, hingga organisasi masyarakat dan yayasan pendidikan. Ia meminta Menteri Dikdasmen dibantu oleh Menteri Dikti, Sains dan Teknologi, serta Menteri Sosial. Selain itu, Panglima TNI dan Kapolri juga diminta untuk membantu karena memiliki jaringan ke desa-desa.
"Jadi saya minta Menteri Dikdasmen dibantu oleh Menteri Dikti, Sains dan Teknologi, dibantu oleh Menteri Sosial, dibantu oleh Panglima TNI, dibantu oleh Kapolri yang punya jaringan ke desa-desa, mungkin dibantu oleh ormas-ormas, dibantu oleh yang punya yayasan, cari mereka ini," katanya.
Langkah Kolaboratif untuk Masa Depan Bangsa
Langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan dan memberikan peluang yang sama bagi semua anak bangsa. Dengan pendekatan kolaboratif, pemerintah berharap dapat menemukan bakat-bakat tersembunyi di seluruh wilayah Indonesia.
Program-program yang dirancang, seperti Sekolah Garuda dan perluasan beasiswa, diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi muda yang siap bersaing di pasar global. Dengan adanya alokasi dana Rp13 triliun ke LPDP, pemerintah juga menunjukkan kepercayaan pada potensi pendidikan sebagai salah satu kunci utama kemajuan bangsa.