Ubah Hambatan Bahasa Jadi Peluang, Kisah Inspiratif Pendiri China Go saat Kuliah di Tiongkok

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 15x dilihat
Ubah Hambatan Bahasa Jadi Peluang, Kisah Inspiratif Pendiri China Go saat Kuliah di Tiongkok

Kemampuan Beradaptasi Lintas Budaya: Kunci Sukses di Era Global

Di era global yang semakin saling terhubung, kemampuan beradaptasi lintas budaya menjadi kunci untuk membuka peluang baru, termasuk dalam dunia wirausaha. Pemahaman terhadap budaya negara yang menjadi pusat bisnis dapat mengubah tantangan menjadi keuntungan kompetitif. China, misalnya, yang kini menjadi salah satu pusat ekonomi dunia, menarik perhatian generasi muda untuk merintis bisnis.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Untuk bisa bersaing di Negeri Tirai Bambu, generasi muda perlu memiliki keterampilan adaptasi yang baik. Nicholas Sukardi, pendiri startup perjalanan China Go, telah merasakan manfaat dari kemampuan ini dalam perjalanan bisnisnya. Pengalaman belajarnya di Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU), China, menjadi awal mula ia terjun ke dunia bisnis yang ia impikan.

Universitas di Suzhou ini memiliki lokasi strategis. Dari Suzhou, Nicholas hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba di Shanghai menggunakan kereta. Hal ini membuatnya mudah menjangkau berbagai kesempatan, jaringan profesional, dan lingkungan bisnis yang dinamis.

Sedari awal, Nicholas sudah memiliki minat besar pada dunia bisnis. Meski begitu, ia mengaku belum tahu jalur yang akan ditempuh untuk memulainya. Peluang itu baru terbuka saat ia menjalani tahun ketiga berkuliah di XJTLU. Saat itu, ia mendapatkan pengalaman magang di sebuah perusahaan travel lokal di China.

Berbekal pengalaman itu, ia mengidentifikasi masalah yang sering dihadapi wisatawan Indonesia. Menurut pengamatannya, banyak wisatawan ingin menjelajahi berbagai tempat wisata di China, tetapi terhambat kendala bahasa. Selain itu, paket tur konvensional juga terlalu kaku untuk wisatawan yang ingin menikmati pengalaman otentik saat berwisata di China.

“Pada dasarnya, bisnis adalah soal memecahkan masalah. Saya ingin menyediakan pengalaman perjalanan di China menjadi lebih mudah dan menyenangkan bagi orang Indonesia,” tuturnya.

Karena itulah, Nicholas mendirikan China Go. Perusahaan travel ini dapat menyesuaikan tur berdasarkan kebutuhan dan minat spesifik setiap wisatawan. Melalui pendekatan tersebut, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman perjalanan yang jauh lebih personal dan fleksibel ketimbang paket wisata konvensional.

Dalam kurun delapan bulan sejak berdiri, China Go telah melayani lebih dari 1.300 pelanggan dari Indonesia dan negara lain. Capaian ini membuktikan bahwa permintaan terhadap layanan travel yang autentik, personal, dan bebas repot ke China terus meningkat.

Bersama timnya, Nicholas kini sedang memperluas kerja sama dengan berbagai mitra travel lokal. Wisatawan pun dapat menjelajahi China dengan lebih nyaman dan penuh percaya diri.

Peran XJTLU dalam Kesuksesan Nicholas

Nicholas mengakui, pengalaman belajar selama berkuliah di XJTLU berperan dalam kesuksesannya sebagai pengusaha travel. Kombinasi pelatihan bahasa Mandarin yang intensif dan lingkungan internasional yang kaya di kampus tersebut memberinya fondasi kuat untuk beradaptasi dan memahami budaya bisnis di China.

Meski sudah punya dasar bahasa Mandarin, program bahasa di XJTLU membantunya berkembang sampai ke tingkat profesional. “Pendekatan program yang seimbang antara berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis membuat saya percaya diri berinteraksi dalam konteks bisnis di China,” ujar Nicholas.

Selama menempuh studi sarjana di XJTLU, ia juga mengambil mata kuliah pilihan CLT303 atau Chinese for Business. Mata kuliah ini memberinya kesempatan berharga untuk terjun langsung ke lapangan sebagai penerjemah perusahaan. Menurutnya, pengalaman kerja lapangan itu tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Mandarin, tetapi juga melatihnya dalam cara berkomunikasi dan berpresentasi secara profesional. Pengalaman berharga ini masih ia gunakan dalam menjalankan bisnisnya hingga sekarang.

“Saat menjalani fieldwork, rasanya menantang sekali. Kosakata bisnis berbeda dengan yang dipelajari di kelas, tapi di situ justru saya banyak berkembang,” tuturnya.

Bentuk Perspektif Global

Nicholas melanjutkan, lingkungan internasional di XJTLU berperan besar dalam memperluas cara pandangnya. Selama menempuh pendidikan di sana, ia dikelilingi mahasiswa dari berbagai negara. Setiap mahasiswa membawa ide, budaya, dan pengalaman yang berbeda. Keragaman tersebut tidak hanya membuat suasana belajar menjadi lebih hidup, tetapi juga membentuk Nicholas menjadi pribadi yang lebih terbuka dan mudah beradaptasi.

Menurutnya, kemampuan ini amat mendasar dalam menjalankan bisnisnya yang berorientasi global. Nicholas menggambarkan XJTLU sebagai jembatan yang menghubungkan Timur dan Barat. Keberagaman lingkungan di universitas ini membentuknya menjadi individu yang lebih inklusif.

Selama kuliah di sana, ia belajar cara bekerja sama dengan orang dari berbagai latar belakang, memimpin tim dengan efektif, dan memberikan ruang bagi orang lain untuk berkembang. “Kemampuan tersebut relevan dengan apa yang saya lakukan sekarang sebagai pengusaha,” kata Nicholas.

Nicholas menambahkan, XJTLU tidak hanya memberikan pengetahuan akademis, tetapi juga membentuk pola pikir kewirausahaan yang menjadi dorongan utama dalam kariernya saat ini. Pada akhirnya, ia berkesimpulan bahwa kuliah tidak sekadar meraih gelar akademik, tetapi juga belajar menghadapi ketidakpastian dan menemukan solusi dari masalah nyata yang ada di masyarakat.

“Kalau kamu sedang mempertimbangkan untuk kuliah di XJTLU, saran saya sederhana. Hadapi hal-hal baru dengan keberanian, tetap fleksibel, dan teruslah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” tuturnya.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang XJTLU, kamu bisa mengunjungi laman www.xjtlu.edu.cn/en.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan