
Universitas Brawijaya Perkuat Peran dalam Riset Berkelanjutan
Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan riset berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengajuan UNESCO Chair on Integrated Ecohydrology and Water Security in Coastal Areas. Pengajuan ini dilakukan setelah adanya audiensi dengan Komite Pelaksana Intergovernmental Hydrological Programme (IHP) Indonesia di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Audiensi tersebut menjadi momen penting bagi UB untuk mendapatkan arahan serta dukungan resmi terkait pengajuan UNESCO Chair. Fokus utama dari pengajuan ini adalah penguatan penelitian, inovasi, dan kebijakan terkait keamanan air serta ekohidrologi di wilayah pesisir. Hal ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pengajuan ini digagas oleh Pusat Studi Pesisir dan Kelautan (PSPK) UB. Tim pengusul dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi, Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc. UB menunjukkan kesiapan institusi dalam menjalankan riset yang berkelanjutan dan lintas disiplin. Selain itu, UB juga menunjukkan rekam jejak yang kuat dalam pengembangan riset pesisir.
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB, Aulia Rahmawati, S.P., M.Sc., yang menjadi penanggung jawab pengajuan UNESCO Chair, menyampaikan bahwa seluruh pihak universitas memberikan dukungan penuh. Menurutnya, PSPK UB menjadi kekuatan utama UB dalam bidang keilmuan pesisir dan kelautan.
“UNESCO Chair yang diajukan ini berfokus pada Integrated Ecohydrology dan Water Security di wilayah pesisir. Pusat Studi Pesisir dan Kelautan UB menjadi ujung tombak dalam mitigasi bencana pesisir, inovasi akuakultur, dan ekologi laut,” kata Aulia.
Ia menekankan bahwa dukungan UB bukan sekadar administratif, melainkan nyata melalui penguatan ekosistem riset. “UB mendukung penuh pengajuan ini, baik melalui penyediaan SDM, fasilitas penelitian, penguatan inovasi, pengabdian masyarakat, hingga hilirisasi hasil riset,” tambahnya.
Audiensi diterima oleh Direktur Eksekutif Komite Pelaksana IHP Indonesia, Prof. Dr. Ir. Edvin Aldrian, B.Eng., M.Sc., dan Sekretaris Eksekutif IHP Indonesia, Dr. Sepiani Putiamini, S.Si., M.Si. Keduanya mengapresiasi langkah UB dan menilai pengajuan UNESCO Chair sejalan dengan mandat dan prioritas strategis IHP.
Aulia menjelaskan bahwa IHP merupakan program antar pemerintah UNESCO di bidang air yang telah berjalan sejak 1975 dan disusun dalam fase delapan tahunan. Saat ini, IHP menerapkan pendekatan transdisipliner yang menggabungkan sains alam, sosial, rekayasa, kebijakan, serta partisipasi masyarakat.
“Pengajuan UNESCO Chair UB sejalan dengan prioritas IHP di bidang hidrologi, khususnya Coastal Hydrology, yang hingga kini belum memiliki UNESCO Chair di tingkat global,” ujar Aulia.
Ia menambahkan bahwa jika UB berhasil ditetapkan, universitas berpotensi menjadi perguruan tinggi pertama di dunia yang mengembangkan kajian Coastal Hydrology di bawah payung UNESCO. Peran UB nantinya tidak hanya menyelesaikan persoalan perairan lokal, tetapi juga memberikan kontribusi pada isu global di wilayah pesisir.
Salah satu inovasi yang diusung adalah pengembangan tambak garam berkelanjutan oleh PSPK UB. Jika lolos sebagai UNESCO Chair, UB akan menjalankan rencana kerja selama empat tahun dan menyampaikan laporan tahunan ke UNESCO Headquarters di Paris.
Work plan ini mencakup peningkatan kapasitas petambak garam dan masyarakat pesisir, knowledge sharing untuk memperkuat peran Indonesia di forum IHP Regional Steering Committee Asia Pacific, serta penyusunan policy brief berbasis sains untuk perencanaan pesisir nasional.
Melalui langkah ini, UB menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi berkelanjutan di bidang sumber daya air dan wilayah pesisir, sekaligus memperkuat posisi UB sebagai perguruan tinggi berdaya saing global.