
Kehilangan Anak yang Membuat Keluarga Terpukul
Sharon, ibunda dari Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa Universitas Udayana, mengungkapkan ucapan terakhir sang putra di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali. Peristiwa ini terjadi setelah pihak kampus memberi tahu Sharon bahwa anaknya mengalami cedera parah akibat melompat dari lantai empat gedung FISIP.
Pada Rabu (15/10/2025), Sharon menerima telepon dari pihak kampus yang memintanya segera datang ke IGD RSUP Sanglah. Saat itu, Sharon tidak mengetahui kondisi anaknya yang sangat serius.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ya diminta untuk segera ke IGD Sanglah gitu. Saya tanya ada apa, 'Ya sudah Ibu sekarang aja kesana' gitu," ucap Sharon dikutip dari sebuah video YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, pada Jumat (24/10/2025).
Sesampainya di IGD, Sharon melihat Timothy sedang ditangani secara intensif oleh dokter. Menurut Sharon, saat itu Timothy masih sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Meski mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh, ia tetap dalam keadaan sadar.
Sharon juga mendapatkan informasi bahwa anaknya terjatuh dari lantai 2 gedung Fisip. Namun, informasi tersebut masih simpang siur. Sharon sempat bertanya kepada Timothy, dan dengan suara pelan, Timothy mengaku bahwa dirinya jatuh dari lantai 4.
"Terus Timy bilang 'Lantai 4 Mami gitu'. Timy bilang seperti itu sama saya," kata Sharon.
Sharon mengaku tidak terpikir untuk bertanya lebih lanjut tentang alasan Timothy melompat dari lantai 4. Ia hanya berusaha menguatkan anak kesayangannya dengan berkata, "Timy, Timy pegang tangan Tuhan Yesus ya. Timy pegang tangan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus nggak akan kuatin Timy."
Beberapa saat setelah mendapatkan perawatan, Timothy Anugerah Saputra meninggal dunia.
Penjelasan Polisi Mengenai Kematian Timothy
Setelah kematiannya, banyak orang menduga bahwa Timothy nekat melompat karena menjadi korban bully semasa hidupnya. Bahkan, sejumlah mahasiswa menjadikan tragedi itu sebagai bahan candaan. Namun, polisi memastikan bahwa Timothy melompat bukan karena bullying atau perundungan.
Kepala Sektor (Kapolsek) Denpasar Selatan, Kompol Laksmi Trisnadewi, menyatakan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban jatuh dari gedung tersebut bukan karena terpeleset. Hal ini dikuatkan oleh rekaman CCTV dan keterangan saksi yang sempat melihat korban sebelum kejadian.
"Kalau untuk jatuh terpeleset, tidak ya. Karena di sana itu tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon. Jadi lebih memungkinkan korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu," kata Laksmi.
Polisi menduga bahwa korban jatuh dari gedung tersebut karena bunuh diri. Namun, tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
Ayah Melaporkan Kematian ke Polisi
Ayah Timothy, Lukas Triani Putra, melaporkan kematian putranya ke Polres Denpasar. Ia merasa tidak ada transparansi dari pihak kampus mengenai kronologi kejadian tersebut.
"Saya melapor ke Polres Denpasar penyebabnya tidak ada penjelasan yang jelas dari pihak kampus kronologinya seperti apa. Kedua, tidak adanya dari pihak kampus menjelaskan secara rinci, memanggil kita, biar jelas. Jadi saya pikir, saya serahkan ke pihak kepolisian, yang berwenang," ucapnya.
Ia pun meminta maaf kepada teman-teman dan dosen almarhum. "Kami keluarga minta maaf segala tingkah laku Timmy kepada dosen, dan teman-temannya. Apabila semasa hidupnya, Timmy merugikan kepada pihak-pihak yang ada di sekitarnya," katanya sambil menahan tangis.