
Jack Della Maddalena, pemegang sabuk kelas welter UFC, menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi menjelang pertandingan melawan Islam Makhachev di UFC 322. Pertarungan ini semakin memanas dengan adu argumen dan psikologis antara dua petarung yang sama-sama memiliki status juara. JDM, seorang petarung asal Australia, tidak ingin kehilangan harga dirinya dalam menghadapi Makhachev, mantan juara kelas ringan yang berambisi menjadi raja di kelas welter.

JDM sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi perlawanan dari petarung yang berasal dari Dagestan tersebut. Ia dikenal sebagai petarung dengan teknik tinju yang sangat baik sejak ia tampil di panggung MMA teratas. Meski statistiknya lebih sering menang lewat KO/TKO, JDM percaya bahwa kemampuannya dalam berduel tanpa pukulan dan tendangan, atau yang disebut grappling, bisa menjadi senjata utama dalam pertandingan nanti.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Saya pikir teknik grappling," kata JDM kepada FOX Sports Australia, dikutip dari Bloody Elbow.
Meskipun JDM lebih dikenal sebagai striker, ia menegaskan bahwa dirinya bukan sosok yang mudah menyerah atau mudah dirobohkan. Ia yakin bisa memberikan kejutan bagi Makhachev, yang memiliki latar belakang gulat yang kuat.
"Dalam benaknya, dia akan berpikir untuk menjatuhkan saya, menahan saya, dan menundukkan saya," ujar JDM. "Jadi, saya pikir dalam pertarungan gulat, saya akan bisa mengejutkannya."
JDM juga menegaskan bahwa ia tidak hanya akan bertahan, tetapi siap membalikkan situasi ketika peluang muncul. Menurutnya, teknik yang tepat akan membuat Makhachev sedikit terganggu dan kaget. Ia yakin pertarungan akan banyak dilakukan dengan posisi berdiri.
Pertarungan antara JDM dan Makhachev akan digelar di New York pada 15 November 2025. Makhachev telah tiba di New York dan melanjutkan latihan bersama sahabatnya, Khabib Nurmagomedov, legenda UFC. Sebelumnya, Makhachev melakukan psywar dengan menyatakan bahwa ia tidak takut menghadapi petarung yang lebih besar darinya. Baginya, naik kelas justru menjadi keuntungan karena bisa berlatih maksimal tanpa terganggu oleh diet yang ketat.
Makhachev menilai JDM (yang hanya 2 cm lebih tinggi darinya) tidak memiliki margin terlalu besar dalam hal tenaga. Ia bahkan membandingkan JDM dengan petarung lain seperti Belal Muhammad dan Kamaru Usman yang memiliki kekuatan luar biasa.
"Dia bukan orang yang punya kekuatan luar biasa dan dia tidak terlalu berpengaruh di divisi ini," ujar Makhachev. "Misalnya, Belal, dia punya kekuatan. Kamaru Usman, orang ini punya kekuatan yang bagus. Saya rasa Jack tidak lebih kuat dari saya."