Uji Coba Bajaj Keliling Semarang, Mulai Dari Tanjakan Gombel Hingga Jalan Protokol

admin.aiotrade 16 Des 2025 4 menit 14x dilihat
Uji Coba Bajaj Keliling Semarang, Mulai Dari Tanjakan Gombel Hingga Jalan Protokol
Uji Coba Bajaj Keliling Semarang, Mulai Dari Tanjakan Gombel Hingga Jalan Protokol

Pengalaman Naik Bajaj di Kota Semarang

Bajaj, kendaraan roda tiga asal India, kini menjadi sorotan di tengah keramaian Kota Semarang. Suara mesinnya yang khas terdengar di antara lalu lintas yang padat. Bentuknya sederhana, namun kehadirannya selalu menarik perhatian dan rasa penasaran warga yang berpapasan.

Untuk menjawab rasa ingin tahu tersebut, Tribun Jateng secara eksklusif menjajal langsung sensasi menumpang bajaj di Semarang. Perjalanan dimulai dari kawasan Pedurungan, dengan Sugeng, warga Semarang, sebagai pengemudi. Ia telah tiga bulan terakhir menggeluti profesi sebagai driver bajaj online.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Awalnya banyak yang heran, tapi sekarang sudah mulai terbiasa. Banyak juga yang penasaran ingin coba naik,” ujar Sugeng, Selasa (16/12/2025).

Bajaj kemudian melaju menuju Jalan Fatmawati, berlanjut ke Jalan Tentara Pelajar, hingga menghadapi tanjakan di Jalan Dr Wahidin. Di jalur menanjak ini, mesin bajaj berteknologi empat tak terdengar meraung, bekerja lebih keras namun tetap stabil.

Meski menanjak, kendaraan roda tiga itu mampu melaju tanpa tersendat. Sugeng tampak tenang mengendalikan kemudi sambil sesekali memainkan transmisi.

“Kalau di tanjakan biasanya masuk gigi dua supaya tenaganya tetap ada,” katanya sambil tersenyum.

Ujian sesungguhnya terjadi saat bajaj diarahkan ke tanjakan Gombel, jalur yang dikenal cukup ekstrem di Kota Semarang. Dengan putaran mesin dijaga konstan, bajaj kembali menunjukkan kemampuannya menaklukkan medan.

“Masuk gigi dua, Mas,” ucap Sugeng singkat sebelum kendaraan menanjak.

Menurut Sugeng, performa bajaj cukup bisa diandalkan untuk penggunaan harian. Ia bahkan pernah membawa kendaraannya ke luar kota.

“Saya pernah ke Blora. Perjalanan sekitar tiga jam, habis bensin delapan liter,” tuturnya.

Kecepatan maksimal bajaj memang tidak dirancang untuk kebut-kebutan.

“Mentok sekitar 80 kilometer per jam. Tapi kalau soal muatan dan tenaga, masih cukup,” tambahnya.

Dari sisi penumpang, Tribun Jateng merasakan kabin yang cukup lega untuk dua orang dewasa. Jok terasa agak keras, namun suspensi yang mengayun cukup lembut membuat perjalanan tetap nyaman. Karena kabin bersifat semi terbuka dan tanpa pendingin udara, hawa panas kendaraan sekitar masih terasa saat terjebak kemacetan.

Meski demikian, secara keseluruhan bajaj tetap terasa praktis dan nyaman untuk mobilitas di tengah kepadatan kota.

Spesifikasi Bajaj

Untuk mengetahui lebih jauh soal spesifikasi, Tribun Jateng menemui Fahmi, Head of After Sales Central Java Maxauto. Ia menjelaskan bahwa bajaj dirancang khusus untuk kebutuhan transportasi perkotaan dengan fokus pada efisiensi dan daya tahan.

“Mesinnya empat tak, menggunakan bahan bakar bensin, dengan transmisi manual. Karakter mesinnya memang dibuat kuat di putaran bawah supaya nyaman di tanjakan,” jelas Fahmi.

Menurutnya, salah satu keunggulan utama bajaj terletak pada sistem pengereman.

“Bajaj ini sudah menggunakan rem drum hidrolik heavy duty, jenis yang biasa dipakai pada kendaraan bermuatan berat seperti truk. Jadi lebih aman saat membawa penumpang atau melewati turunan,” katanya.

Bajaj 4 tak sendiri dibekali mesin satu silinder berkapasitas sekitar 200 cc dengan sistem pendingin udara. Transmisi manual empat percepatan maju dan satu gigi mundur disematkan untuk menunjang kestabilan. Kendaraan ini mampu mengangkut satu pengemudi dan dua penumpang, dengan daya angkut sekitar 350 kilogram.

Suspensi depan menggunakan per keong dengan peredam kejut, sementara bagian belakang mengandalkan per daun. Kabin bersifat semi tertutup tanpa pendingin udara, namun cukup lega untuk penumpang. Beberapa unit juga telah dilengkapi fitur multimedia sederhana yang terhubung melalui bluetooth.

Dengan kecepatan maksimum sekitar 75–80 km/jam dan konsumsi bahan bakar berkisar 25–30 kilometer per liter, bajaj tergolong irit dan ekonomis untuk operasional harian. Kendaraan ini hadir bukan sebagai moda transportasi cepat, melainkan sebagai kendaraan tangguh yang cocok untuk kondisi lalu lintas perkotaan.

Regulasi dan Potensi Bajaj

Sementara itu, Bayu Subolah, Regional Manager Central Java Maxauto, menuturkan bahwa bajaj 4 tak memiliki kapasitas mesin di bawah 250 cc.

“Karena kapasitasnya di bawah 250 cc, SIM yang digunakan sesuai regulasi adalah SIM C,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan berlalu lintas bagi para pengemudi.

“Kami mengarahkan agar setiap driver bajaj online selalu mengikuti peraturan lalu lintas yang berlaku agar tidak terjadi pelanggaran,” tambahnya.

Di sisi lain, Sifa Gesita, Marketing Manager Maxride Semarang, melihat potensi bajaj lebih luas, tidak hanya sebagai transportasi umum berbasis aplikasi.

“Di beberapa daerah seperti Lombok, bajaj sudah digunakan sebagai kendaraan wisata. Di Semarang, harapannya juga ke arah sana,” paparnya.

Meski kerja sama resmi dengan hotel belum terjalin, Sifa menyebut sudah ada pihak yang tertarik menggunakan bajaj untuk mengantar tamu hotel maupun wisatawan.

“Kami berusaha bersinergi dengan sektor pariwisata dan UMKM di Semarang,” tuturnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan