Uji Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Seluruh Papua Barat Ikut Penilaian IKD

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 15x dilihat
Uji Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Seluruh Papua Barat Ikut Penilaian IKD
Uji Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Seluruh Papua Barat Ikut Penilaian IKD

Pengisian dan Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2025 di Papua Barat Daya

Di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Dinas Kebakaran, Penyelamatan, Penanggulangan Bencana dan Satpol PP (DKP2B) mengadakan kegiatan Pengisian dan Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Rylich Panorama pada Rabu, 12 November 2025.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari kabupaten dan kota yang ada di seluruh wilayah Papua Barat Daya. Tujuan utama dari pengisian dan penilaian IKD adalah untuk mengukur tingkat ketahanan daerah terhadap bencana serta memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala DKP2B Papua Barat Daya, Vicente Campana Baay, menjelaskan bahwa IKD merupakan alat penting dalam menilai sejauh mana daerah mampu menghadapi, merespons, dan pulih dari ancaman bencana. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah upaya bersama dalam mengukur tingkat ketahanan daerah terhadap bencana di seluruh wilayah Papua Barat Daya.

Berdasarkan data IKD dari tahun-tahun sebelumnya, beberapa daerah di Papua Barat Daya menunjukkan peningkatan dalam ketahanan bencana. Contohnya, Kabupaten Sorong Selatan meningkat dari 0,24 pada tahun 2021 menjadi 0,29 pada 2023. Raja Ampat juga mengalami peningkatan dari 0,33 menjadi 0,36, sementara Tambrauw naik dari 0,20 menjadi 0,28. Kota Sorong mencapai angka 0,34 pada tahun 2023.

Meskipun capaian tersebut dinilai cukup baik, Vicente menekankan bahwa masih diperlukan upaya memperkuat kapasitas daerah yang memiliki nilai IKD rendah. Tujuannya adalah agar seluruh kabupaten dan kota memiliki ketahanan yang seimbang dan berkelanjutan.

Eks Pj Bupati Maybrat ini juga menyoroti Indeks Risiko Bencana (IRB) yang dikeluarkan oleh BNPB berdasarkan data tahun 2024. Sebagian besar wilayah Papua Barat Daya seperti Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, dan Kota Sorong masih berada dalam kategori risiko tinggi. Sementara itu, Tambrauw dan Maybrat tergolong dalam kategori sedang.

Vicente menilai bahwa kondisi ini menunjukkan perlunya terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana. Ia berharap setiap BPBD kabupaten/kota dapat memutakhirkan data secara akurat, memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan, serta memberikan gambaran menyeluruh terhadap implementasi kebijakan penanggulangan bencana berbasis ketahanan daerah.

“Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar, memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta, serta memperkuat ketahanan Provinsi Papua Barat Daya menuju daerah tangguh bencana,” ujar Vicente.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan