
Pikiran Rakyat Bengkulu –
Memasuki pekan baru perdagangan, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menunjukkan tanda-tanda stabilitas setelah melewati periode volatilitas ekstrem yang dipicu oleh spekulasi pasar. Pelaku pasar akan mencermati apakah tren pemulihan ini dapat berlanjut.
Berdasarkan data ringkasan BEI, harga saham CDIA berhasil menutup perdagangan pekan lalu, Jumat (3/10/2025), dengan penguatan di level Rp1.730. Penutupan ini menjadi sinyal positif, menandai keberhasilan saham ini merangkak naik selama tiga hari berturut-turut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pemulihan ini terjadi setelah harga saham CDIA sempat anjlok hingga ke level terendah Rp1.640 pada 25 September lalu. Anjloknya harga dipicu oleh klarifikasi resmi manajemen yang membantah tegas rumor rencana akuisisi ExxonMobil Indonesia.
Berikut adalah jejak pemulihan harga saham CDIA pasca-klarifikasi:
- Rabu (1/10): Ditutup di Rp1.680
- Kamis (2/10): Naik ke Rp1.710
- Jumat (3/10): Menguat dan ditutup di Rp1.730
Analisis: Fase Akumulasi Baru?
Setelah 'gelembung' spekulasi pecah, pergerakan harga saham CDIA dalam sepekan terakhir menunjukkan resiliensi yang kuat. Alih-alih terus merosot, harga justru berhasil membentuk basis support baru dan memulai tren pemulihan yang sehat.
Volume transaksi yang secara konsisten tetap tinggi, meskipun tidak sebesar saat puncak rumor, mengindikasikan bahwa minat investor terhadap saham ini masih sangat besar. Pola pemulihan yang bertahap ini seringkali diartikan sebagai fase akumulasi oleh investor fundamental yang percaya pada prospek jangka panjang perusahaan, bukan lagi oleh para spekulan jangka pendek.
Investor kini akan mengamati apakah harga saham CDIA mampu menembus level resistance terdekat di Rp1.785 (level tertinggi Jumat lalu) sebagai konfirmasi kelanjutan tren positif.
Disclaimer:
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata, bukan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh pembaca. Penulis dan media tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan informasi ini. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum berinvestasi.
Selanjutnya: Bukan Lagi Emiten Batu Bara, Ini Wajah Baru Bisnis TOBA yang Dikawal Grup Luhut dan Holding Singapura