Ulfa, S.Sos: Perempuan Desa yang Menggerakkan Perubahan

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Ulfa, S.Sos: Perempuan Desa yang Menggerakkan Perubahan
Ulfa, S.Sos: Perempuan Desa yang Menggerakkan Perubahan

Perempuan Muda yang Mengubah Kepemimpinan Desa Lomuli

Di sebuah desa kecil di ujung utara Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Lomuli, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, muncul sosok perempuan yang sedang menulis bab baru dalam sejarah kepemimpinan desa. Namanya Ulfa, S.Sos — seorang perempuan muda dengan visi tajam dan langkah tenang, yang kini memimpin Desa Lomuli setelah memenangkan pemilihan kepala desa serentak pada 24 Oktober 2023.

Kemenangan Ulfa bukan hanya hasil dari suara rakyat, melainkan juga cerminan kepercayaan mendalam masyarakat terhadap seseorang yang telah lama bekerja dalam senyap untuk desanya. Dari posisi sebagai Kaur Keuangan (2019–2020) hingga menjabat Sekretaris Desa (2021–2023), Ulfa sudah lama memahami denyut nadi administrasi dan persoalan sosial di Lomuli. Ia bukan datang dari luar sistem — ia tumbuh dari dalamnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ketika hasil Pilkades diumumkan, sorak-sorai warga terdengar di sepanjang jalan poros desa. Bagi banyak orang, kemenangan Ulfa adalah simbol perubahan — bukan hanya karena ia perempuan, tetapi karena ia membawa harapan baru terhadap cara memimpin yang lebih inklusif, cerdas, dan manusiawi.

Dalam wawancara singkat usai pelantikan, Ulfa tampak tidak berjarak. Senyumnya sederhana, tetapi kata-katanya penuh bobot. “Saya tidak akan mengganti aparat desa yang tidak mendukung saya,” ujarnya tegas. “Mereka adalah bagian dari desa ini, dan tugas saya adalah membina, bukan memecah.” Ucapan itu mengalir lembut namun mengandung pesan kepemimpinan yang matang — bahwa kekuasaan sejati tidak diukur dari siapa yang tunduk, melainkan dari siapa yang mampu dirangkul.

Gaya Kepemimpinan yang Berorientasi Harmoni

Sikap itu mencerminkan gaya kepemimpinan Ulfa yang berorientasi pada harmoni dan pembelajaran. Ia percaya, perubahan tidak datang dari konflik, melainkan dari kemampuan membangun kepercayaan dan kapasitas bersama. “Kalau mereka belum bisa, saya akan bantu mereka belajar. Itu tugas saya sebagai kepala desa,” katanya.

Salah satu prioritas yang langsung ia canangkan adalah peningkatan kompetensi perangkat desa dalam teknologi informasi. Di era digital seperti sekarang, Ulfa menilai keterampilan dasar seperti mengoperasikan laptop atau mengetik surat administrasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Ia berencana mengadakan pelatihan internal, simulasi administrasi, hingga studi tiru ke desa lain yang sudah maju.

Langkah-langkah kecil itu bagi Ulfa adalah pondasi. “Desa modern tidak harus punya gedung megah, tapi harus punya aparatur yang melek teknologi,” ujarnya sambil menatap papan nama kantornya yang sederhana. Ia ingin Lomuli menjadi desa yang adaptif — yang bisa berjalan seirama dengan perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Rekam Jejak yang Menunjukkan Ketangguhan

Rekam jejak Ulfa menunjukkan bahwa ia tidak asing dengan tantangan. Saat masih menjadi sekretaris desa, ia seringkali harus turun langsung membantu warga mengurus administrasi atau mendampingi kelompok perempuan dalam kegiatan pemberdayaan. Dari situ, ia memahami satu hal penting: bahwa memimpin desa bukan hanya soal mengatur, tapi juga soal mendengar.

Kini, di bawah kepemimpinannya, Ulfa mulai merajut arah baru. Ia menempatkan transparansi dan kolaborasi sebagai prinsip utama. Setiap keputusan, sekecil apa pun, diusahakan lahir dari musyawarah. Ia menyadari, kepercayaan masyarakat adalah aset yang tak bisa dibeli, hanya bisa dijaga dengan kejujuran dan kerja nyata.

Simbol Keberanian Perempuan di Dunia Kepemimpinan Lokal

Di mata warga Lomuli, Ulfa bukan sekadar kepala desa; ia adalah simbol keberanian perempuan yang berani melangkah ke ruang yang selama ini didominasi laki-laki. “Bu Ulfa itu tidak pernah membeda-bedakan siapa pendukungnya,” ujar seorang warga. “Yang penting, dia kerja, dan kami lihat hasilnya.”

Dalam lanskap kepemimpinan lokal Indonesia yang perlahan berubah, figur seperti Ulfa menandai babak baru. Ia adalah representasi dari generasi muda yang tidak hanya ingin berkuasa, tapi ingin memperbaiki. Dari kantor desa yang sederhana di Lomuli, Ulfa menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bukan soal gender — tetapi soal integritas, empati, dan keberanian untuk melayani.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan